Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pastikan Tak Ada Kebocoran, Gubernur Khofifah Sidak USBNBKS

05 Maret 2019, 15: 26: 53 WIB | editor : Wijayanto

PANTAU CCTV: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Kadindik Jatim, Saiful Rachman, memantau pelaksanaan USBNBKS melalui kamera cc

PANTAU CCTV: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Kadindik Jatim, Saiful Rachman, memantau pelaksanaan USBNBKS melalui kamera cctv yang dipasang di ruang server SMAN 2 Surabaya, Senin (4/3). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Khofifah bersama sejumlah pejabat Dinas Pendidikan Jatim melakukan sidak pelaksanaan USBNBKS yang diawali dari SMA Hang Tuah 1 Surabaya dan berakhir di SMA Komplek yakni SMAN 5 Surabaya, SMAN 2 Surabaya dan SMAN 1 Surabaya. Untuk 22 SMA Negeri di Surabaya pelaksanaan USBNBKS menggunakan komputer dan laptop. Sedangkan SMA Hang Tuah 1 Surabaya mayoritas siswanya menggunakan smartphone, lantaran jumlah komputer dan laptop tidak mencukupi. 

Khofifah menilai ujian dengan menggunakan teknologi seperti laptop dan smartphone  meminimalisir biaya. “Dinas Pendidikan Jatim menyiapkan 5.000 jenis soal yang berbeda sehingga siswa tidak bisa menyontek satu sama lain. Saat ini biayanya bisa diminimalisir karena tidak ada pencetakan soal seperti dulu, yang membutuhkan biaya tinggi, mengirimnya juga butuh biaya lagi,” jelasnya.

Wanita yang juga menjabat Ketua Muslimat NU ini memastikan tidak ada potensi kebocoran soal. Pasalnya loginnya dilakukan dalam kelas. “Tiap kelas hanya diisi maksimum 40 siswa, ya masing-masing akan fokus pada laptop atau komputer atau smartphone-nya,” ujarnya.

Khofifah tidak khawatir jika siswa akan memanfaatkan internet atau membuka pesan di media sosial. Pasalnya sistem yang digunakan sudah otomatis mengunci. “Karena sistem itu sudah dikunci ketika dia login soal-soal USBN. Tentu harapannya adalah ini akan membangun karakter anak didik kita bahwa memang kejujuran itu menjadi bagian penting yang harus dipertaruhkan pada saat ujian akhir,” kata Khofifah. (*/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia