Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Empat Tahun Tinggal di Lantai Berbeda Demi Anak-anak

05 Maret 2019, 14: 51: 16 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sebenarnya, tak ada yang bisa dipertahankan lagi dari hubungan Karin, 43, dan Donwori, 56. Namun demi anak, keduanya ngempet bertahan. Hingga akhirnya, menemukan jalan tengah, dengan tinggal di lantai terpisah. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Perceraian Karin tidak disebabkan oleh masalah ekonomi. Tidak. Karena baik Karin maupun Donwori, sama-sama mandiri. Kalau kata Karin, ia memilih jalan cerai karena sudah tak ada lagi kecocokan dalam rumah tangganya. "Adalah. Dia pernah menyakiti, dan sampai saat ini aku gak bisa lupa," aku Karin di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA)  Klas 1A Surabaya, awal pekan lalu. 

Pertengkaran 'besar'  antara Karin dan Donwori ini terjadi empat tahun yang lalu. Dan sejak saat itu, hubungan suami istri ini tak bisa kembali seperti semula. Selama beberapa tahun bersama, keduanya tak pernah berbicara. Mau berbicara bagaimana, kalau keduanya menjalani hidup masing-masing. Donwori tinggal di lantai atas, sementara Karin tinggal di lantai bawahnya. 

Layaknya orang tua yang menomorsekiankan urusannya demi anak, Karin dan Donwori pun melakukan hal yang sama. Keduanya nekat bersama karena kasihan kepada anak kalau harus bercerai. "Keluarga pun gak tahu masalahku, Mbak. Karena pas ngumpul keluarga pun kita berusaha menunjukkan kalau tidak terjadi apa-apa. Tapi, kalau sudah sampai rumah, wes hidup masing- masing," curhat Karin lagi. 

Kalau jujur-jujuran, sebenarnya Karin ini tak tahan harus bermain peran. Apalagi harus bersama Donwori, yang ibaratnya, melihat saja, ia sudah tak mahu. Tapi keduanya memang sepakat, akan bercerai setelah anak semata wayangnya lulus SMA. "Jadi anak ibu sudah lulus? " tanya Radar Surabaya. "Enggak, ini bercerai pun gara-gara anak yang minta," jawab Karin kemudian. 

Rupanya, melihat kedua orang tuanya yang hidup masing-masing itu malah membuat anak Karin tertekan. Apalagi, hidup masing-masing tersebut tak sekadar tidur terpisah. Namun baik Karin maupun Donwori sudah punya kekasih masing-masing. Itulah mengapa ia didorong untuk bercerai saja.

Jika ditanya, apakah kasihan atau tidak, Karin sendiri mengaku kasihan kepada anaknya. Ia sadar, mau tidak mau, perceraiannya akan berdampak pada anaknya. Namun bagaimana lagi, berusaha diperbaiki seperti apa pun, hubungannya dengan Donwori juga tak kunjung membaik. "Kita sejak awal juga sudah berusaha baikan. Tapi ternyata gak bisa juga. Ini mungkin jalan terbaiknya,"  kata Karin,  pasrah.  (*/opi)  

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia