Rabu, 26 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Harga Telur Turun, Februari Jatim Deflasi 0,18 Persen

03 Maret 2019, 06: 42: 14 WIB | editor : Wijayanto

PASOKAN MELIMPAH: Pembeli telur di salah satu toko di Pasar Tembok, Surabaya. Turunnya harga telur menjadi kontributor penting terjadinya deflasi bula

PASOKAN MELIMPAH: Pembeli telur di salah satu toko di Pasar Tembok, Surabaya. Turunnya harga telur menjadi kontributor penting terjadinya deflasi bulan Februari. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada Februari 2019 Jawa Timur (Jatim) mengalami deflasi sebesar 0,18 persen. Pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Februari 2019 di delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Jatim menunjukkan adanya penurunan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau. Tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi ialah telur ayam ras, tarif angkutan udara, dan daging ayam ras.

Menurut Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, hal ini mendorong terjadi penurunan IHK. Yaitu dari 134,27 pada bulan Januari 2019 menjadi 134,02 pada bulan Februari 2019. "Deflasi Februari 2019 lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2018. Karena pada bulan Februari 2018 Jatim mengalami inflasi sebesar 0,16 persen," terangnya.

Apabila dilihat trend musiman setiap bulan Februari selama sepuluh tahun terakhir (2010-2019), terjadi tiga kali deflasi dan tujuh kali inflasi.

Teguh memaparkan, tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi ialah telur ayam ras, tarif angkutan udara, dan daging ayam ras karena harga telur ayam ras dan daging ayam ras mengalami penurunan disebabkan melimpahnya pasokan di pasaran. "Hal ini membuat keduanya menjadi komoditas utama penghambat inflasi," paparnya.

Selain telur ayam ras, komoditas bensin merupakan komoditas yang menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di semua kota IHK di Jatim. Sementara, komoditas lain seperti tarif angkutan udara juga turut memberikan andil penghambat inflasi. Setelah mengalami kenaikan di bulan sebelumnya, tarif angkutan udara pada bulan Februari mengalami sedikit penurunan.

Teguh menambahkan, dari tujuh kelompok pengeluaran, kelompok yang mengalami deflasi bulan kemarin adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,99 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,41 persen.

"Komoditas dari kelompok-kelompok tersebut mampu menghambat inflasi dari naiknya harga bawang putih yang disebabkan kurangnya pasokan di pasaran," imbuhnya. Selain itu, produksi bawang putih masih jauh lebih kecil daripada kebutuhan konsumsi masyarakat. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia