Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ditinggal Istri Kerja di Jakarta, Suami Pilih Menikah Lagi

03 Maret 2019, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Surabaya dengan segala hiruk pikuknya, rupanya tak cukup membuat Karin bertahan. 11 tahun lalu, ia hijrah ke ibu kota. Mencari peruntungan lain. Dan ternyata betah dan  tak pernah pulang. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Kepulangannya ke Surabaya juga bisa dihitung dengan jari. Padahal sebenarnya hanya butuh satu jam 10 menit naik pesawat juga kan? Namun, urusan pulang memang tak sekadar biaya perjalanan. Mungkin ada faktor-faktor lain. Seperti yang dirasakan Karin, yang sudah merasa tak ada kenyamanan di rumah sendiri. 

Penyebabnya apalagi kalau bukan karena masalah ekonomi. Kalau kata Karin, suaminya, Donwori, ini tidak pandai mencari nafkah. Di Surabaya pun ia nyaris jadi tulang punggung keluarga. Sementara Donwori hanya bekerja serabutan. Peran keduanya terbalik. Karin yang sering bekerja di luar, sementara Donwori yang membereskan urusan rumah tangga. 

Selama sebelas tahun di Jakarta itu, kira-kira Karin pulang hanya tiga kali. Ia ingat betul, di lima tahun masa kerjanya, di pernikahan anaknya, dan di kematian ibunya. Selebihnya, ia tetap betah di perantauan. Dan yang terakhir ini, ia pulang untuk mengurus perceraian. "Ya biasa, gak ada kecocokan lagi," kata Karin, enteng di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas1 A Surabaya, kemarin (1/3). 

Di lorong yang panjang itu, Karin menceritakan bagaimana prahara rumah tangganya. Karin mengaku, di awal, ia masih peduli dengan Donwori. Bahkan, ketika mengirim uang untuk sang anak, Karin juga selalu memberikan Donwori jatah. Namun, sokongan dana mulai Karin hentikan ketika ia tahu uang yang diberikannya pada Donwori ternyata untuk main perempuan. 

Donwori sendiri makin tak mau disalahkan. Donwori beralasan, semua itu dilakukan karena kesepian. Percekcokan jarak jauh pun tak bisa terhindarkan. Dari percekcokan ini, keduanya lepas kontak. Bukan sebulan dua bulan, tapi tahunan. 

Dan setelah tak saling menyapa ini, tiba-tiba sebuah kabar sampai di telinga Karin. Mengatakan Donwori telah menikah siri dengan perempuan lain. 

Mengetahui kenyataan ini, Karin juga bisa saja. Ia katakan memang sudah tak lagi ada rasa dengan Donwori. Makanya, ia tak peduli lagi mau Donwori menikahi lima orang kek, atau sepuluh, silahkan saja. Kalau katanya, bukan urusannya lagi. "Aku tanpa dia, juga bisa hidup mandiri. Terserah," lanjut Karin. 

Kalau tak lagi peduli, mengapa ia ngoyo-ngoyo ke pengadilan? Rupanya, bukan urusan cerai saja yang diurus. Melainkan urisan waris juga. "Wong bukan siapa-siapa, dia (Donwori, Red) seenaknya mau ngelola warisane ibuk. Cek enake. Dia  iku sing kudune bayar aku, karena gak pernah ngasih nafkah," celetuk Karin memulai omelannya yang panjang tiada akhir. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia