Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Merasa Mampu, Risma Ingin Kelola SMA/SMK di Surabaya

02 Maret 2019, 16: 42: 33 WIB | editor : Wijayanto

Wali Kota Surabaya Tri Rismahrini

Wali Kota Surabaya Tri Rismahrini (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pengelolaan SMA/SMK kini sudah dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Namun, jika mengingat kembali pengelolaan SMA/SMK ketika di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, ternyata bukan hanya SPP saja yang difasilitasi oleh pemerintah, tetapi juga ada beberapa poin lain yang menjadi diperhatikan dan ditanggung oleh Pemkot Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dulu ketika SMA/SMK dikelola oleh Pemkot Surabaya, tidak hanya menggratiskan SPP. Namun, ada beberapa poin penunjang pendidikan yang juga ditanggung oleh Pemkot Surabaya. Seperti infrastruktur yang mewadahi, laboratorium, praktikum, hingga berbagai kompetensi gratis untuk mendukung pendidikan para pelajar. 

“Pendidikan itu bukan hanya SPP aja. Kalau di Surabaya, listrik, air, internet sekolah itu kita bayar semua,” kata Risma, Jumat (1/3).

Risma menyebut, bahwa pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam stimulus penunjang perubahan masa depan. Melalui pendidikan, seseorang bisa merubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut,  juga harus ditopang dengan sistem pengelolaan pendidikan yang baik pada suatu daerah.

“Kalau dulu SMK itu kita kasih makan siang, uang praktikum, insentif untuk guru, bahkan seragam,” tegasnya.

Menurutnya hal itu sebagai komitmen dari Pemkot Surabaya dalam mewujudkan sistem pengelolaan pendidikan yang komprehensif di Kota Pahlawan. Sehingga pelajar SMA/MA/SMK di Surabaya hanya dituntut untuk fokus belajar, tanpa perlu memikirkan kebutuhan biaya untuk pendidikan mereka.

Sebab, Pemkot Surabaya sudah memberikan berbagai fasilitas gratis untuk menunjang mereka agar hanya fokus mengenyam pendidikan.“Karena di Surabaya itu semua kita bayar, pemeliharaan gedung itu semua kita. Misal lapangan rusak, tinggal pihak sekolah kirim surat saja. Jadi kebutuhan sekolah itu memang mahal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, dulu anggaran yang disediakan oleh Pemkot Surabaya untuk mengelola 272 lembaga SMA/MA/SMK yang dihimpun dari data profilsekolah.dispendik.surabaya.go.id tahun 2016, baik negeri dan swasta, diperuntukan banyak hal.

"Seperti untuk peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, peningkatan kompetensi siswa, peningkatan kualitas sekolah atau lembaga pendidikan, peningkatan sekolah terhadap kurikulum, persiapan dan pelaksanaan ujian nasional (UN), hingga menyediakan layanan pendidikan yang bermutu,” kata Ikhsan. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia