Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Diikuti 4000 Siswa dan Kepala SMA/SMK

Dispendik Jatim Gelar Doa Bersama Jelang UNBK

02 Maret 2019, 16: 28: 03 WIB | editor : Wijayanto

MOTIVASI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberi mencium kening salah satu siswa usai doa dan istighotsah bersama di Airlangga Convention Cen

MOTIVASI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberi mencium kening salah satu siswa usai doa dan istighotsah bersama di Airlangga Convention Center, Universitas Airlangga, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Menjelang Ujian Sekolah Bertaraf Nasional Berbasis Komputer dan Smartphone (USBN-BKS) dan Ujian Nasional Berbasis Komuter (UNBK) SMA/SMK, Dinas Pendidikan Propinsi Jatim menggelar doa bersama 4000 siswa dan kepala SMA/SMK se-Surabaya. Bertempat di Airlangga Convention Center, Jumat (2/3), acara dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jatim Saiful Rachman, Rektor Unair Moh. Nasih dan Prof Ali Aziz.

Khofifah mengatakan tidak ada yang perlu ditakuti dan dikhawatirkan dari UN ini. “Saya adalah ibu anak-anak sekalian. Saya akan perintahkan Pak Emil, Kepala Dinas Pendidikan Jatim dan seluruh aparat yang beragama Islam untuk puasa,” pintanya.

Puasa yang dilakukan tersebut sebagai wujud ikhtiar agar siswa-siswi SMA/SMK bisa mengerjakan ujian dengan lancar dan dengan perasaan tenang.  Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini juga meminta bagi anak-anak yang merasa punya salah kepada kedua orang tua, untuk segera meminta maaf.

“Pulang dari tempat ini, minta maaf kepada kedua orang. Jangan ada yang mengganjal ketika anak-anak ujian. Mudah-mudahan dimaafkan. Semua UN bisa dikerjakan dengan baik, nilai baik, masuk perguruan tinggi yang diinginkan,” tambahnya.

Disela-sela doa bersama ini, Rektor Unair memberikan tiket lolos SNMPTN secara otomatis bagi siswa dan siswi yang berprestasi, syarat utamanya menjadikan Unair sebagai pilihan saat pendaftar SNMPTN. Total ada tujuh siswi yang berhak mendapatkannya.

Salsabil Rifqi Qatrunnada dari SMAN 14 Surabaya, diterima di jurusan Ekonomi Pembangunan, Lutviana Rachmawati dari SMAN 7 Surabaya diterima di jurusan Kedokteran Hewan, Andini Kirana Puspita Sari dari SMK Gema Cendekia Surabaya diterima di jurusan Biologi, Warfani Tri Ariyati dari SMK Gema Cendekia Surabaya diterima di jurusan Fisika, Annisa Nadhifa Ramadhani dari SMAN 9 Surabaya diterima di jurusan Hubungan Internasional, Nurul Zavira dari SMAN 8 Surabaya diterima di jurusan Hukum dan Lailatul Komaria dari SMAS Khadijah Surabaya diterima di jurusan Hukum.

“Alhamdulillah sesuai dengan apa yang saya inginkan. Kebetulan Saya hanya pilih satu di Unair dan ilmu hukum,” papar Lailatul Komaria.  (rpp/rud)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia