Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Rambut Cermin Kesehatan Anda

02 Maret 2019, 00: 02: 01 WIB | editor : Wijayanto

RONTOK: Jangan sepelekan rambut rontok. Rambut yang berjatuhan bisa mencerminkan kesehatan.

RONTOK: Jangan sepelekan rambut rontok. Rambut yang berjatuhan bisa mencerminkan kesehatan. (NET)

Share this      

VITAMIN D memegang peranan penting bagi kesehatan. Tak hanya bermanfaat untuk tulang, vitamin D juga erat kaitannya dengan mahkota kepala alias rambut. Kekurangan vitamin D bisa menimbulkan banyak masalah pada rambut. Bahkan, rambut yang rata-rata tumbuh satu centi meter setiap bulan, dapat mencerminkan status vitamin D selama beberapa bulan.

Sebuah penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Nutrients menyebutkan bahwa rambut bisa menjadi petunjuk apakah Andakekurangan vitamin D atau tidak. Ini berarti Anda benar-benar dapat mengukur tingkat vitamin D dalam tubuh dengan memeriksa rambut.

Dilansir dari laman The HealthSite,  kekurangan vitamin D cukup umum.  Sekitar satu miliar jiwa lebih manusia di muka bumi ini pernah mengalaminya.

Penulis utama Associate Professor di Trinity College Dublin Lina Zgaga mengatakan, vitamin D disimpan secara terus-menerus di rambut ketika tumbuh. Lebih banyak yang dapat disimpan pada saat-saat ketika konsentrasi vitamin D dalam darah tinggi, dan lebih sedikit ketika rendah.  "Sebuah tes yang didasarkan pada sampel rambut mungkin dapat memberi dokter ukuran status vitamin D dari waktu ke waktu. Jika rambut cukup panjang, ini bahkan mungkin lebih dari beberapa tahun," kata Zgaga.

Kesehatan rambut Anda tidak hanya terkait dengan kekurangan vitamin D. Ada beberapa kondisi lain yang bisa dikaitkan.

1.Hipotiroidisme

Tahukah Anda bahwa hipotiroidisme atau kondisi dimana tiroid kurang aktif, dapat menyebabkan rambut kering dan lemas? Hipotiroidisme juga dapat menyebabkan perubahan lain dalam tubuh, termasuk penambahan berat badan.

2.Psoriasis

Di kulit kepala, psoriasis memanifestasikan dirinya sebagai bercak tebal dan bersisik. Ini bisa membuat rambut rontok, jugabisa menyebabkan gatal dan kebotakan juga.

3. PCOS

Ketidakseimbangan hormon pasca kehamilan telah lama dikaitkan dengan perubahan tekstur dan volume rambut. Bahkan Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) dapat menyebabkan rambut rontok besar dan penipisan rambut.

4. Diabetes

Rambut rontok dan kebotakan memengaruhi beberapa penderita diabetes. Ini karena tubuh Anda tidak dapat memanfaatkan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

5.Kekurangan protein

Pernah bertanya-tanya mengapa selalu disuruh mengkonsumsi makanan kaya protein ketika Anda memiliki rambut rontok dan tipis? Ini karena rambut pada dasarnya terbuat dari protein, dan kekurangan protein menimbulkan sejumlah masalah rambut.

6.Penyakit jantung

Sebuah laporan menunjukkan bahwa kebotakan pola pada pria dan rambut beruban prematur, terkait dengan risiko penyakit jantung sebelum usia 40 tahun. (opi)

(sb/opi/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia