Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pelaku Pembacok Satpol PP di Pasar Keputran DIduga Kabur ke Madura

28 Februari 2019, 17: 24: 56 WIB | editor : Wijayanto

KORBAN: Anggota Satpol PP Tri Setia Bekti saat menjalani perawatan di RS Soewandhi setelah dibacok pelaku.

KORBAN: Anggota Satpol PP Tri Setia Bekti saat menjalani perawatan di RS Soewandhi setelah dibacok pelaku. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek Tegalsari terus memburu pelaku pembacokan petugas Satpol PP bernama Tri Setia Bekti alias Subketi yang diketahui identitasnya. Tim sudah menggeledah rumah pelaku di kawasan Tegalsari, namun hasilnya masih nihil. Diduga kuat, pelaku sudah kabur ke Madura.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin mengatakan, pihaknya mengetahui pelaku setelah memeriksa sejumlah saksi di lokasi pembacokan dan rekaman pendek yang sempat dibuat anggota Satpol PP rekan korban saat peristiwa itu terjadi.

“Lalu kami kembangkan ke rumahnya (pelaku, Red) di kawasan Tegalsari, namun pelaku tak ada. Keluarganya juga mengaku tak mengetahui keberadaannya,” ungkap Zainul Abidin, Kamis (28/2).

Selain identitas dan tempat pelaku diduga kabur, Zainul mengatakan jika polisi belum mendapati fakta atau bukti lain termasuk senjata tajam (sajam) yang digunakan untuk membacok lengan kiri Subekti.

Sebab saat dicari di lokasi kejadian, sajam berupa pisau penghabisan itu belum berhasil ditemukan. “Sajam itu bisa diketahui ketika kami sudah menangkap pelaku,” imbuhnya.Hal

yang sama juga dijelaskan oleh Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti. Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan polisi di Madura untuk mencari keberadaan pelaku. “Jika ada informasi terkait keberadaan pelaku, tentu kami akan segera melakukan penangkapan,” paparnya. 

Seperti yang diketahui sebelumnya, Subekti dibacok oleh salah satu pedagang di Pasar Keputran. Kejadian itu berawal saat Subekrti menegur pelaku untuk melakukan bongkar muat sayuran setelah pukul 22.00 sesuai ketentuan.

Namun, peringatan itu justru memancing emosi pelaku. Setelah sempat terjadi cekcok mulut, pelaku lantas mengambil pisau penghabisan dari balik bajunya dan disabetkan ke arah korban. Korban yang terluka di lengan kirinya sempat dilarikan ke RS Soewandhi dan mendapatkan tujuh jahitan untuk menutup lukanya akibat sabetan sajam. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia