Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Ki Anom Suroto, Dalang Favorit Abah Ipul

Selalu Ditanggap Tiap HUT Sidoarjo karena Disukai Warga Kota Delta

28 Februari 2019, 07: 55: 55 WIB | editor : Wijayanto

LANGGANAN: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menyalami Ki Anom Suroto sebelum pertunjukan di Pendapa Delta Wibawa.

LANGGANAN: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menyalami Ki Anom Suroto sebelum pertunjukan di Pendapa Delta Wibawa. (ISTIMEWA)

Bagi penggemar kesenian wayang kulit, Ki Anom Suroto masih dianggap sebagai dalang nomor satu di Indonesia. Meski sudah berusia 70 tahun, kualitas permainan seniman asal Surakarta, Jawa Tengah, itu masih tetap terjaga.

Lukman Faris-Wartawan Radar Sidoarjo

TAK heran, ribuan penggemar wayang kulit dari berbagai kota di Jawa Timur setia menyimak wejangan dan permainan Ki Anom Suroto di Pendapa Delta Wibawa akhir pekan lalu. Ki Anom tampil bergantian dengan Ki Pamungkas Bayu Aji yang tak lain anak kandungnya. Lakonnya: Wahyu Katentraman.

Pergelaran wayang kulit semalam suntuk ini dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-160 Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin, pejabat forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat instansi militer ikut menyaksikan pertunjukan seni tradisional Jawa itu. Tak ketinggalan anak-anak muda yang tergabung dalam Paguyuban Guk dan Yuk Sidoarjo.

Sebelum menyerahkan gunungan kepada Ki Anom Suroto, bupati yang akrab disapa Abah Ipul itu memberikan apresiasi kepada ki dalang yang terkenal dengan sabetan dan suluk luar biasa itu. Sejak menjabat bupati Sidoarjo pada 2010, Abah Ipul selalu mengundang Ki Anom Suroto ke pendapa. Saat perayaan hari jadi Kabupaten Sidoarjo.

"Sebab, Ki Anom Suroto ini penggemarnya paling banyak di Sidoarjo," katanya. "Abah Ipul, nek ulang tahune Sidoarjo kudu nanggap wayang kulit, tapi dalange kudu Ki Anom Suroto," ujar Abah Ipul menirukan permintaan penggemar wayang kulit di Kota Delta.

Usai menerima gunungan, Ki Anom Suroto pun memulai pertunjukan sekitar pukul 21.30. Suasana terasa magis begitu Ki Anom melantunkan suluk khas sebagai pembuka pertunjukan. Sementara itu, penggemar wayang kulit pun terus berdatangan hingga larut malam. Sebagian besar berasal dari luar Kota Delta.

Suasana berubah cair ketika Ki Anom Suroto memanggil Cak Tawar, pelawak asli Sidoarjo, untuk menghibur penonton. Cak Tawar pun fasih 'mengerjai' sinden Wiwid Widayati yang berlagak genit. Penonton pun tertawa ngakak melihat ulah Cak Tawar yang kelihatan bloon tapi cerdas.

Saat selingan goro-goro inilah, Ki Anom Suroto berpesan kepada warga Kabupaten Sidoarjo agar selalu menjaga kerukunan jelang pemilihan umum (pemilu). Tidak saling menghina atau melontarkan ujaran kebencian gara-gara berbeda pilihan dalam pemilu.

"Pemilu itu pesta demokrasi. Yang namanya pesta itu, ya, suasananya harus gembira dan menyenangkan. Bukan malah gontok-gontokan sesama warga," kata dalang senior ini.

Lakon Wahyu Katentreman bercerita tentang seorang raja yang ikut mengabdi bersama punokawan melayani masyarakat. Anak raja tersebut berusaha untuk mendapatkan wahyu dengan berjuang dan melayani rakyatnya untuk mewujudkan kedamaian. (far/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia