Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Permintaan Semen Domestik Turun, Pasar Ekspor Meningkat

27 Februari 2019, 16: 33: 24 WIB | editor : Wijayanto

MENINGKAT: Pekerja menyelesaikan proses produksi Semen Indonesia di Tuban, Jawa Timur.

MENINGKAT: Pekerja menyelesaikan proses produksi Semen Indonesia di Tuban, Jawa Timur. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Tahun ini, industri semen domestik diproyeksikan masih akan lesu. Pasalnya, selama Januari 2019, konsumsi semen di Indonesia secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 1,3 persen jika dibandingkan dengan Januari tahun lalu.

Hal serupa juga dialami oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Di bulan yang sama, perseroan hanya berhasil menjual semen di dalam negeri sebesar 2,14 juta ton atau turun sekitar 6,27 persen dibanding tahun 2018.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono mengatakan, rendahnya konsumsi jenis semen curah di awal tahun ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penjualan Semen Indonesia mengalami penurunan.

"Hal itu terjadi karena banyak proyek infrastruktur yang sudah selesai akhir tahun lalu. Kemudian untuk proyek baru di tahun 2019 juga belum jalan, sehingga masih sedikit yang pakai semen curah," ujarnya saat update kinerja.

Sigit mencontohkan, di area Jakarta konsumsi semen secara total market turun 14,48 persen selama Januari 2019. Salah satu penyebabnya adalah proyek MRT di ibu kota sudah selesai. Kemudian di Jatim sendiri permintaan semen hanya tumbuh tipis sebesar 1,84 persen. Namun demikian, meskipun kondisi pasar domestik mengalami penurunan, kondisi pasar ekspor Semen Indonesia diklaim terus menunjukkan tren yang positif.

Sigit menuturkan, Semen Indonesia berhasil mencatatkan sepanjang tahun lalu, penjualan semen di luar negeri sebesar 3,1 juta ton atau meningkat 68,7 persen dibanding tahun 2017. Kemudian untuk kondisi kinerja ekspor di bulan Januari 2019 juga berhasil meraih growth 4,2 persen atau sebesar 210 ribu ton.

"Penjualan semen ekspor kami ditopang oleh pasar Filipina, Australia, Bangladesh, dan juga Sri Lanka. Kami berkomitmen akan terus memperkuat market di negara-negara tersebut," katanya.

Sigit juga menegaskan, tahun ini perseroan akan terus berupaya mengembangkan pasar ekspor mengingat kondisi pasar semen domestik yang masih belum membaik akibat oversupply. Beberapa negara yang dibidik perseroan demi memaksimalkan ekspornya tahun ini adalah Australia, Afrika, dan Timur Tengah.

"Kondisi industri semen dalam negeri memang masih oversupply, jadi kami akan agresif buka pasar baru seperti Australia. Memang tahun 2018 kami sudah pernah ekspor kesana, namun belum semua wilayah Australia terjangkau produk Semen Indonesia. Makanya kami akan cari buyer potensial sebanyak-banyaknya di sana," jelas Sigit. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia