Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Belajar Anatomi dan Fisiologi dengan Asyik dan Mudah dengan Lemi Notes

27 Februari 2019, 16: 15: 08 WIB | editor : Wijayanto

INOVASI: Ade Nobi Miranto saat menunjukan aplikasi Lemi Notes.

INOVASI: Ade Nobi Miranto saat menunjukan aplikasi Lemi Notes. (AJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Keluhan mahasiswa kedokteran ketika mempelajari anatomi dan fisiologi menginpirasi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menciptakan sebuah aplikasi pembelajaran anatomi dan fisiologi yang diberi nama Lemi Notes. 

“Aplikasi ini (Lemi Notes, Red) dimaksudkan untuk membantu mahasiswa kedokteran dalam belajar anatomi dan fisiologi pada sistem kardiovaskular atau sistem peredaran darah,” terang Ade Nobi Miranto, sang mahasiswa.

Aplikasi yang dibuatnya ini hanya fokus pada satu sistem tubuh. Selain untuk menghemat waktu, juga memperhatikan betul keseimbangan porsi antara anatomi dan fisiologi. “Saya memilih sistem kardiovaskular karena dapat merepresentasikan anatomi dan fisiologi dengan porsi yang pas,” tutur Ade.

Lemi Notes dilengkapi dengan jurnal visual yang berisi teka-teki silang dan kata acak untuk belajar secara interaktif. Selain itu, ada juga jurnal visual berisi agenda, aktivitas mewarnai, dan blank note. Aplikasi ini juga memiliki fitur catatan, label interaktif, dan animasi. “Memudahkan pengguna mempelajari materinya,” jelas Ade.

Ade mengungkapkan, selama pengerjaan Lemi Notes, terdapat keterlibatan langsung dari mahasiswa kedokteran. Terlebih, pengujian kegunaan dari Lemi Notes ini dilakukan dosen dari fakultas kedokteran. “Saya mendapat banyak masukan dari mereka untuk pengembangan aplikasi,” ungkap pria pecinta Biologi ini.

Lemi Notes sendiri berasal dari kata Let Me Notes, yang kemudian disederhanakan menjadi Lemi Notes. Untuk pengerjaannya sendiri, kurang lebih memakan waktu hingga setahun. “Satu semester untuk merampungkan konsep dan satu semester lagi untuk eksekusi,” aku pria asal Surabaya ini.

Ade pun sempat menghadapi berbagai kendala. Dia harus mengerjakan coding, konten, dan ilustrasinya seorang diri. Hal ini dilakukan karena belum menemukan tim yang tepat hingga akhir pengerjaan Lemi Notes. “Sehingga masih banyak bug dan konten yang belum diselesaikan,” ujarnya. Aplikasi Lemi Notes ini belum dipasarkan secara resmi karena masih dalam tahap pengembangan. (aji/rtn)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia