Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Seimbangkan Pendidikan Formal dan Non Formal lewat Kampung Pendidikan

27 Februari 2019, 16: 09: 40 WIB | editor : Wijayanto

PAPARAN: Kadispendik Kota Surabaya, Ikhsan (kiri) menyampaikan rencana kerja tahun 2020 di Kantor Dispendik Surabaya.

PAPARAN: Kadispendik Kota Surabaya, Ikhsan (kiri) menyampaikan rencana kerja tahun 2020 di Kantor Dispendik Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar forum perangkat daerah di bidang pendidikan. Forum rembug ini mengundang sebanyak 180 orang untuk memberikan saran dan masukan untuk rencana kerja tahun 2020. 

Di antara undangan yang hadir adalah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya, perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta, Dewan Pendidikan Surabaya, pengamat pendidikan, Organisasi Pelajar Surabaya, Komisi D DPRD Kota Surabaya, kepala sekolah negeri dan swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan lain-lain. Termasuk tamu dari DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan mengaku sangat senang para undangan dapat meluangkan waktu untuk menghadiri forum perangkat daerah bidang pendidikan. Sebab, pihaknya membutuhkan banyak masukan untuk menyiapkan program tahun 2020 mendatang.

“Kami akan banyak mendengarkan dan banyak belajar untuk menyiapkan program pendidikan. Apalagi ini demi anak anak yang kita dampingi sebagai generasi pemimpin masa depan,” kata Ikhsan yang juga didampingi Sekretaris Dispendik Surabaya Aston.

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya ini melanjutkan, tujuan diadakannya forum perangkat daerah ini mencari prioritas dan isu strategis bidang pendidikan. Guna mempertajam indikator serta target kinerja program yang sesuai dengan visi misi Pemkot Surabaya.

Selama ini,  Pemkot Surabaya telah memiliki banyak program untuk menyiapkan sisi akademis serta pengembangan bakat siswa. Program-program itu juga telah melibatkan partisipasi masyarakat.

“Di sekolah siswa itu sekitar delapan jam. Untuk menyeimbangkan program sekolah dengan yang di masyarakat, Bu Wali Kota memiliki program Kampung Pendidikan serta Kampunge Arek Suroboyo,” jelasnya.

Ikhsan mengungkapkan, satuan pendidikan formal dan nonformal telah berkembang baik. Bahkan, pendidikan nonformal di Surabaya sudah menjadi pilihan masyarakat. Salah satu contohnya adalah pendidikan home schooling yang menjadi pilihan seorang motivator sekaligus entrepreneur muda Wilson Tirta Tamin.

“Wilson pernah terpilih sebagai juara tiga Pelajar Pelopor Surabaya (PPS) tahun 2015 dan peraih juara pertama Tunas Muda Pemimpin Indonesia tahun 2016 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dia kini mengembangkan karir menjadi produser, dan pilihan pendidikannya adalah homeschooling,” tuturnya.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengapresiasi adanya forum perangkat daerah yang digelar Dispendik Surabaya. Forum ini akan menghasilkan yang positif karena juga melibatkan perwakilan pelajar Surabaya. “Kebetulan juga ada tamu dari Kabupaten Kotawaringin Barat, sehingga bisa menyaksikan kekompakan yang ada di Kota Surabaya,” jelasnya.

Agustin menjelaskan, forum ini diharapkan mampu membantu kinerja Dispendik. Dengan demikian, apapun nanti yang terjadi di depan adalah hasil kerja sama semua stakeholder. “Semoga menghasilkan yang terbaik buat Kota Surabaya, terutama di bidang pendidikan. Semoga anak-anak kita juga semakin unggul sebagai generasi penerus di masa depan,” tandasnya. (gin/rtn)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia