Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Cerai dengan Suami Ringan Tangan, Selingkuh dengan Pria Gay

26 Februari 2019, 12: 48: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Agaknya cinta segitiga antara Karin, Donwori, dan Donjuan ini layak diangkat dalam drama. Atau setidaknya FTV lah. Karena boleh dibilang, hubungan mereka rouweet poll. Sampai pusing sendiri mendengarnya. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karin sendiri heran. Kenapa ada banyak plot twist dalam hubungan asmaranya. Kok bisa orang yang awalnya ia anggap penyelamat, malah ujung-ujungnya bikin kecewa. Penasaran? Sabar. 

Sebelum itu, mari kenalan dengan tiga tokoh ini terlebih dahulu. Karin adalah karyawan biasa. Usianya masih di pengujung kepala dua. Sudah empat tahun lamanya ia membina rumah tangga dengan Donwori, hingga akhirnya kandas akibat kehadiran pihak ketiga, namanya Donjuan. Awalnya, kehadiran Donjuan ia anggap sebagai oase penyejuk hatinya yang gersang. Sayang sekali, Karin terpaksa dibuat kecewa. 

Di kantor pengacara kemarin, Karin mencurahkan isi hatinya. Bagaimana ia menyesal karena masa mudanya habis untuk orang yang salah. Karin mengaku, selama menikah dengan Donwori, hatinya tak pernah tenang.

Donwori yang berkepribadian keras tak pernah memperlakukan Karin dengan baik. Dengan Donwori, hal kecil pun bisa jadi besar. Ia kerap kena bogem mentah. Yang sebenarnya juga bukan murni kesalahannya. “Dia itu tukang mabuk. Tapi kalau diingatkan, aku yang jadi sasaran,” jujurnya.

Karena sikap temperamen Donwori ini, Karin akhirnya hidup menderita. Untung ada Donjuan. Rekan kerja sekantor yang selalu siap siaga mendengarkan keluh kesah Karin. Kalau kata Karin, Donjuan ini orangnya pendiam, tapi bijaksana. Boleh dibilang, Donjuan inilah yang terus menguatkan Karin. Alhasil Karin makin nyaman.

Namun karena saking nyamannya, akhirnya muncul benih-benih cinta antara keduanya. Terjalinlah hubungan terlarang itu, meskipun keduanya sama-sama paham sudah punya pasangan masing-masing. “Donjuan juga terang-terangan kalau sudah punya pasangan,” lanjut Karin. 

Tanpa Karin sadari, hubungan keduanya semakin hari semakin intim. Bahkan sampai ngamar, berkali-kali. Karena terlalu dekat juga itulah, hubungan keduanya ketahuan oleh Donwori.

Tak terima, Donwori memberikan bogem mentah. Kali ini tak main-main. Bahkan sampai membekas, di mata Karin. “Dia memang sering mukul, tapi gak sampai membekas seperti ini,” ungkapnya.

Tak tahan (juga merasa sudah ada yang mbekingi) Karin akhirnya nekat menggugat cerai Donwori. Namun di tengah pengurusan proses perceraian ini, Karin mendapat kejutan lagi. Bukan dari orang lain. Tapi dari Donjuan yang selama ini memberinya peluang untuk 'pelarian.'

Suatu saat, ketika Karin sedang ngamar di kediaman Donjuan sendiri, ia dilabrak oleh pacar Donjuan. Yang mengejutkan, rupanya pacar Donjuan bukanlah perempuan. Tapi laki-laki tuleh. Eh setengah tulen sih. Jadi rupanya, selama ini Karin memacari pria penyuka sesama jenis.

Tahu kekasihnya tak waras, akhirnya Karin menyerah. Ia memutuskan menyudahi hubungan dengan Donjuan di tengah pengurusan perceraiannya dengan Donwori. Apa menyesal? “Ndak, sama sekali aku gak menyesal dengan keputusan bercerai ini. Karena kalau tidak (cerai), aku lama-lama juga bisa mati di tangan suami,” tukas ibu dua anak ini mantab. Wah, siap jadi single mom nih, agaknya. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia