Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Tak Hanya Membunuhmu, Merokok Sembarangan, ASN Bisa Turun Pangkat

24 Februari 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Merokok Sembarangan, ASN Bisa Turun Pangkat

Merokok Sembarangan, ASN Bisa Turun Pangkat (Grafis: Fajar)

Share this      

Aparatur Sipil Negara (ASN) bakal mendapat ‘tempat’ khusus di Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota Surabaya. Kalau nanti perda itu sudah digedok, para abdi negara itu harus lebih berhati-hati kalau mau merokok.  

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Rancangan Perda (Raperda)  KTR sudah rampung dibahas oleh panitia khusus (pansus) DPRD Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Ketua Pansus  Perda DPRD Kota Surabaya Junaedi menerangkan, terkait sosialisasi perda ini penanggung jawabnya adalah pimpinan masing-masing. Di situ juga diberikan edukasi tempat smoking area yang bersentuhan langsung kepada alam.

“Insya Allah sudah final. Saat ini pansus tinggal melaporkan kinerja penyusunan Perda KTR kepada Banmus (Badan Musyawarah) atau pimpinan DPRD. Setelah itu kita fasilitasi kepada gubernur. Kalau sudah difasilitasi oleh gubernur, baru diparipurnakan,” jelas Junaedi, Sabtu (23/2).

Ketua Fraksi Demokrat ini menambahkan, tahapannya sudah clear sejak Kamis (21/2)  lalu.  Selanjutnya akan dilaporkan ke pimpinan DPRD Kota Surabaya dan ini masih menunggu aksi dari pimpinan DPRD. Dirinya menekankan secara langsung kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pihak swasta muupun lainnya untuk mematuhi aturan tersebut.

Adanya Perda KTR tersebut, Junaedi menambahkan soal teknis jika ada yang melanggarnya. Dirinya mengatakan, nantinya Dinkes Kota Surabaya serta Satpol PP yang akan bekerja sama menegakkannya. “Jadi itu nanti tergantung perwalinya dari pemkot. Jadi tugas dinkes dan Satpol PP. Entah nanti ada yang didenda langsung di lokasi atau bisa juga berupa surat peringatan terlebih dahulu,” jelasnya.

Sebelumnya, finalisasi perda tersebut juga telah disepakati oleh  Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rahmanita, dalam pembahasan yang diselenggarakan pada Senin (18/2) lalu. Pembahasan itu menetapkan beberapa pasal yang ditambahkan.

Pasal-pasal itu di antaranya bagi setiap orang yang berkontribusi dalam perda tersebut akan mendapat penghargaan sesuai ketentuan yang berlaku. “Penghargaan itu nanti berupa sertifikat,” terang Febria usai mengikuti hearing di ruang Komisi D DPRD Surabaya, belum lama ini.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan adanya sanksi khusus bagi ASN terkait perda tersebut. Febria menyampaikan, sanksi tersebut tidak hanya untuk ASN saja, tetapi juga untuk masyarakat.  Khusus untuk ASN, juga disebutkan bakal adanya penurunan pangkat jika ketahuan merokok bukan di tempatnya. “ASN yang melakukan pelanggaran terhadap perda ini akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sudah diatur di perda dan rinciannya ada di perwali,” ungkapnya.  (*/JPC/opi)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia