Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Warga Kebonagung Bikin Sirup Jeruk Nipis

Rugi Dijual Gelondongan, Kini Diproduksi dan Dikemas Menarik

22 Februari 2019, 16: 43: 56 WIB | editor : Wijayanto

BERKEMBANG: Warga mulai mau belajar memproduksi olahan jeruk nipis yang dulu sering dijual gelondongan.

BERKEMBANG: Warga mulai mau belajar memproduksi olahan jeruk nipis yang dulu sering dijual gelondongan. (FAJAR YULI YANTO/RADAR GRESIK)

Share this      

Warga Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, sedang panen jeruk nipis. Dulu, mereka menjual gelondongan dengan harga rendah. Kini, mereka mencoba menciptakan ide-ide menarik. Salah satunya, berinisiatif membuat sirup jeruk nipis yang bisa dijual dengan harga lebih tinggi.

Fajar Yuliyanto-Wartawan Radar Gresik

Kebonagung merupakan salah satu desa di Kecamatan Ujungpangkah. Wilayah tersebut terkenal dengan hasil panen jeruk nipis yang melimpah. Terbukti dengan adanya hamparan perkebunan yang sebagian besar tanaman nya adalah jeruk nipis.

Pengrajin UMKM, Saiful Karim mengatakan potensi produl olahan jeruk nipis di Kebonagung sangat besar. Dua  tahun lalu, sekitar 500 ribu batang pohon jeruk nipis yang ditanam. Saat ini sudah ada sekitar 700 ribu batang pohon yang ditanam  oleh warga. “Selama ini, warga menjual gelondongan begitu.  Harganya sekitar Rp 2 hingga Rp 3 ribu per kg,” kata dia.

 Banyak petani yang mengeluh karena menurunnya harga jeruk nipis. Sampai akhirnya warga melakukan pengolahan  supaya nilai jual jeruk nipis meningkat. Selain dibantu oleh desa, mereka juga dibantu oleh mahasiswa yang KKN dari Fakultas Teknik Universitas Qomarudin.

Dipaparkannya, dua  macam jenis  kemasan yang dibuat yaitu kemasan botol siap minum dan kemasan sachet. Yakni, sachet berisi 45 ml  dan 440 ml, sedangkan kemasan botol berisi 600 ml Kemasan sachet 45ml diciptakan untuk mempermudah penyajian. Bisa dituang didalam gelas lalu  diseduh dengan air panas atau dingin sesuai selera.

Menurut dia, penjualan produk yang utama adalah jaringan luas, dan mengembangkan konsep ATM atau amati, tiru, modifikasi. “Jangan lupa kemasan sangat penting. Harus kreatif  dan inovatif,” kata dia.

Salah satu warga, Muflihatin mengaku senang mengikuti pelatihan tersebu. “Produknya diberi nama SiJENIS (Sirup Jeruk Nipis). Rasanya enak dan bebas pengawet, ”  kata Muflihatin. (*/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia