Senin, 22 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Sering Dikerasi Perusahaan, Eks Karyawan Laporkan PT PMIF ke Dewan

22 Februari 2019, 16: 27: 17 WIB | editor : Wijayanto

BERMASALAH LAGI: Komisi IV DPRD Gresik kembali menyidak PT PMIF lantaran dilaporkan bekas karyawannya.

BERMASALAH LAGI: Komisi IV DPRD Gresik kembali menyidak PT PMIF lantaran dilaporkan bekas karyawannya. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – PT Padi Mas Indah Farm (PMIF) kembali mendapatkan protes. Kali ini protes datang dari sejumlah mantan karyawan perusahaan tersebut. Mereka melaporkan perusahaan tersebut kepada DPRD Kabupaten Gresik lantaran hak-haknya tidak dipenuhi dan sering mendapat tindak kekerasan dari perusahaan.

Mendapat laporan tersebut, Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik mendatangi perusahaan yang sebelumnya sempat bermasalah lantaran melarang karyawannya berjilbab. Hasilnya memang benar, dan mereka meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk melakukan tindak lanjut.

"Kami minta agar dewan bisa membantu menyelesaikan permasalahan kami," ujar Amrullah, salah satu mantan karyawan PT PMIF kepada dewan.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda mengatakan kedatangannya ke perusahaan tersebut lantaran adanya laporan dari mantan karyawan. “Kami menindaklanjuti laporan dari bekas karyawan,” ujarnya.

Dari laporan yang disampaikan, perusahaan tersebut seringkali melakukan kekerasan terhadap karyawannya. Bahkan, ada salah satu karyawan yang mengaku mendapat pelecehan seksual. “Selain itu, perusahaan tersebut juga memberikan kebijakan seluruh karyawan harus menyerahkan dokumen asli agar bisa bekerja. Mulai dari ijazah, buku nikah hingga BPKB kendaraan,” ujarnya.

Namun, saat karyawan tersebut keluar dokumen-dokumen tersebut tidak dikembalikan oleh perusahaan. Selain itu, gaji mereka saat mereka masih bekerja juga belum dibayarkan hingga mereka keluar. “Dari hasil sidak ini kami akan melakukan rapat lanjutan di Kantor DPRD Gresik. Rencananya kami juga akan memanggil pihak perusahaan dan Disnaker,” ujarnya.

Sebab, pihaknya juga menemukan kalau perusahaan tersebut tidak pernah melapor kepada Disnaker Gresik. “Kami juga akan melihat izinnya. Kalau memang nanti izinnya tidak ada, kami akan minta ditutup saja perusahaannya,” tegasnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia