Rabu, 20 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Jelang Pemilu, Bawaslu Pelototi APK Bermasalah

22 Februari 2019, 14: 06: 37 WIB | editor : Wijayanto

Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid

Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid (DOK/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Pencoblosan Pemilu 2019 kurang dari dua bulan lagi. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo semakin intens memelototi setiap kegiatan kampanye yang dilakukan calon legislatif (caleg) maupun dari partai politik (parpol).

Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid mengatakan, banyak alat peraga kampanye (APK) yang sudah banyak terpasang di sejumlah kawasan. Beberapa di antaranya melanggar regulasi yang sudah ditetapkan. “Nah, APK semakin banyak jadi atensi kita,” katanya, Kamis (21/2).

Dia berharap, kegiatan kampanye yang tinggal dua bulan lagi ini tidak melanggar aturan. Misalnya, melibatkan anak-anak dan aparatur sipil negara (ASN). Berkampanye di sekolah maupun tempat ibadah yang secara aturan dilarang.

Haidar menambahkan, Bawaslu juga menampung sejumlah laporan yang diharapkan bisa menjadi kontrol dalam pelaksanaan kampanye. Setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan cepat. “Kami ingin pelaksanaan kampanye berjalan lancar,” ujarnya.

Menurut dia, selama ini pengawasan di setiap kecamatan rutin dilakukan. Baik itu monitoring APK hingga kegiatan blusukan oleh caleg. Jika ada potensi pelanggaran, Bawaslu akan memperingatkan sebelum pelanggaran dilakukan oleh yang bersangkutan. “Kita akan cegah itu yang penting,” jelasnya.

Selama ini, pemasangan APK menjadi salah satu pelanggaran terbanyak yang dilakukan oleh caleh dan parpol di Kabupaten Sidoarjo. Pemasangan APK tambahan yang tidak sesuai jadi bahan evaluasi untuk ditertibkan.

Pengamatan Radar Sidoarjo, saat ini masih banyak APK yang dipaku di pohon pinggir jalan raya di berbagai kawasan Kota Delta. Pemandangan pun menjadi rusak. Tanaman peneduh banyak dipasangi banner dengan berbagai ukuran. Mulai dari Jalan Brigjen Katamso Waru hingga Jalan Raya Porong. Begitu juga kawasan barat seperti Krian dan Balongbendo.

“Kami sudah sering menurunkan, tapi ada saja yang masang lagi. Biasanya dipasang diam-diam malam hari,” kata Suyanto, aktivis lingkungan yang rajin melakukan aksi cabut paku di Sidoarjo.

Dia berharap para caleg dan parpol lebh peduli lingkungan dan tanaman penghijauan. Sebab, paku-paku ini membuat usia pohon semakin pendek. Batangnya menjadi keropos. “Kalau ada angin sedikit saja langsung tumbang,” katanya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia