Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Perayaan Cap Go Meh TITD Kim Hin Kiong

Bersama Tokoh Lintas Agama Siap Lawan Hoax

21 Februari 2019, 18: 52: 39 WIB | editor : Wijayanto

PERAYAAN: Ketua TITD Kim Hin Kiong, Budi Prasetyo bersama Kapolres AKBP Wahyu SB menyaksikan pertunjukan barongsai.

PERAYAAN: Ketua TITD Kim Hin Kiong, Budi Prasetyo bersama Kapolres AKBP Wahyu SB menyaksikan pertunjukan barongsai. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Perayaan Cap Go Meh di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Klenteng Kim Hin Kiong berlangsung meriah, Selasa (19/2) malam. Kegiatan itu juga diisi dialog forum kebangsaan yang dihadiri tokoh lintas agama dan pejabat Forkopimda.

Seperti halnya tradisi Tionghoa, perayaan Cap Go Meh juga menyuguhkan aneka makanan khas Tiongkok seperti lontong cap go meh, aneka roti Imlek serta minum teh. Para tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) bersama pejabat forkopimda lantas menggelar dialog di dalam TITD.

Diskui itu diikuti Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, Kasdim 0817/Gresik Mayor Arh Suwanto, Penasehat Formagam, KH Moch Toha. Selain Pengasuh Ponpes Ibrohimiah Gus Irul dan juga mengikuti kegiatan Formagam.

Ketua TITD Kim Hin Kiong mengaku senang dengan kehadiran pengurus Formagam dan pejabat Forkopimda dalam perayaan Cap Go Meh. Menurutnya, melalui perayaan ini, dia berharap persaudaraan terjalin akrab. "Dengan demikian kerukunan dalam menjalin persatuan antar umat beragama di Wilayah Kabupaten Gresik bisa terwujud," kata Budi.

Hal senada disampaikan Ketua Formagam Gresik, Djoko Pratomo. Menurutnya, banyak suku, aliran agama, dan budaya di Kabupaten Gresik. Mereka menyatu dalam kerukunan umat dan terjalin  persatuan dan kesatuan.

"Modal seperti ini bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gresik. Kita bangga karena di Wilayah Kabupaten Gresik ini bisa hidup berdampingan dengan damai dengan berbagai masyarakat yang berbagai suku dan agama. Semoga kedepan kita seluruh umat beragama di Wilayah Kabupaten Gresik ini semakin solid dalam hidup berdampingan," ujar Djoko Pratomo.

Sementara itu KH Moch Toha, menilai Imlek menjadi saksi dan bukti bahwa umat beragama di Gresik hidup rukun dan saling menghormati. Di Gresik itu ada umat Kristiani, Arab, Hindu, Budha. Tempat ibadah juga lengkap, ada kelenteng, gereja, masjid dan pura.

"Patutnya kita ucapkan rasa syukur sedalam-dalamnya atas besarnya karunia Allah SWT yang memberikan rasa aman dan damai dalam perayaan Hari Raya Imlek di Gresik," kata Toha.

Di tempat yang sama Kasdim 0817 Gresik Kasdim Mayor Arh Suwanto, mengingatkan, menjaga persatuan dan kesatuan umat beragama sangat penting. Ini bisa memberikan rasa aman, nyaman dan ketentraman dalam bertetangga.

"Kita bisa berkumpul berdampingan dengan baik dan rukun, sehingga keakraban dan kebersamaan ini bisa saling terjaga. Mudah-mudahan di Wilayah Kabupaten Gresik tetap terjaga dengan aman," kata Suwanto.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro yang hadir malam itu menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Cap Go Meh yang berlangsung meriah. Kapolres mengajak undangan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, dan menjafa kambtimas bersama-sama. "Kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan di tempat lain untuk silaturahim dan Gresik sebagai pelopor," kata Kapolres Gresik.

Dalam kesempatan itu, kapolres mengingatkan tekad melawan berita hoax dan ujaran kebencian. Ujaran kebencian yang diviralkan saling menjatuhkan kelompok lain itu membuat situasi memanas. "Untuk itu kita wajib tabayun dan cek and ricek sebelum mengunggahnya kita baca dulu dengan cermat," pesan AKBP Wahyu S Bintoro. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia