Selasa, 17 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Tak Penuhi Kuota, Pendaftar PPPK Hanya 315 Orang

21 Februari 2019, 18: 47: 13 WIB | editor : Wijayanto

MINIM : Pendaftar pegawai PPPK untuk jatah guru dan tenaga kesehatan tidak memenuhi kuota.

MINIM : Pendaftar pegawai PPPK untuk jatah guru dan tenaga kesehatan tidak memenuhi kuota. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK – Jatah kuota rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) yang diberikan pemerintah pusat tidak terpenuhi. Hingga penutupan pendaftaran 17 Februari lalu, hanya ada 315 orang guru kategori 2 (K2), tenaga kesehatan dan tenaga penyuluh yang berhasil mendaftar.

Dengan rincian, untuk tenaga guru K2 yang berhasil mendaftar sebanyak 250 orang. Kemudian, untuk tenaga kesehatan sebanyak 31 orang dan tenaga penyuluh pertanian sebanyak 34 orang.

Padahal, jumlah kuota rekrutmen PPPK yang diberikan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebanyak 384 orang. Dengan rincian, untuk guru kategori 2 (K2) berjumlah 292 orang, kemudian tenaga kesehatan sekitar 55 orang. Serta tenaga penyuluh pertanian ada kuota sekitar 37 orang.

“Iya yang daftar hanya 315 orang saja. Sedangkan yang lain tidak bisa mendaftar lantaran sejumlah persyaratan tidak bisa terpenuhi,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik Nadlif.

Guru K2 dan tenaga kesehatan yang tidak bisa mendaftar lantaran ijazah yang mereka miliki belum sesuai. Yakni harus sarjana. “Iya, ada guru K2 yang ijazahnya baru D2 atau tenaga kesehatan baru D3. Ini yang menyebabkan mereka tidak bisa mendaftar,” ungkap dia.

Terkait dengan kemungkinan adanya perpanjangan pendaftaran, Kepala Bidang Formasi, Data dan Kepegawaian BKD Gresik Reza Pahlevi mengaku belum mendapat kepastian. Hanya untuk tenaga penyuluh yang kemungkinan ada perpanjangan.

“Kalau untuk guru dan tenaga kesehatan kami belum tahu. Tetapi untuk yang tenaga penyuluh kemungkinan ada. Soalnya dari Kementerian Pertanian sudah mengajukan perpanjangan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara –Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk tes dipastikan akan dilaksanakan pada 23 Februari mendatang. Untuk lokasinya, ditetapkan di SMKN Cerme. “Karena panitianya dari provinsi maka mereka milih lokasi di lembaga mereka. Bisa SMA atau SMK,” terang dia.

Terkait dengan proses persiapan tesnya sendiri, BKD Gresik memastikan tidak ada masalah. Untuk komputer nanti akan menggunakan komputer milik SMKN Cerme. “Nanti juga ada panitia dari provinsi dan kabupaten,” ungkapnya.

Dijelaskan dia, untuk rekrutmen PPPK jenis tesnya juga berbeda. Tidak ada TKD maupun TKB. Nanti para peserta akan mengikuti tes tahap pertama, yakni tes kompetensi manajerial, tes kompetensi teknis serta tes kompetensi sosio kultur. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia