Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Lima Bulan Tak Dapat ‘Jatah’, Peluk Istri Langsung On

21 Februari 2019, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Biasanya, predikat jablai (jarang dibelai) selalu dikorelasikan dengan perempuan. Lebih spesifik lagi, perempuan penggoda. Padahal, dilihat dari sisi kebahasaannya, arti jablai sebenarnya kan seseorang yang kesepian. Jadi, laki-laki pun punya hak dan kesempatan yang sama untuk diberi gelar jablai.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

SEPERTI Donwori ini, 35. Yang menjadi jablai ngenes gara-gara Karin, 29. Istrinya itu, tak pernah lagi mau disentuh. Jangankan untuk melakukan hubungan suami istri, mau mencium saja, Donwori tak berani. Karena belum apa-apa, Karin akan mencak-mencak duluan.

Perubahan sikap Karin ini terjadi baru-baru saja. Dipicu oleh pertengkaran besar yang terjadi beberapa bulan terakhir. Lebih tepatnya karena ketidakcocokan pasutri ini dalam hal kerjaan. “Dia marah karena tak paksa berhenti bekerja. Tak pikir marahe ya sehari dua hari aja. Lha kok diimbu suwe,” keluhnya, di kantin Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Penyebab Donwori melarang-larang ini adalah cemburu. Donwori curiga kalau istrinya ada main dengan teman kerjanya. Kecurigaannya muncul gara-gara beberapa kali Karin diantar pulang oleh laki-laki. Meski dari pengakuan Karin, si teman ini kebetulan lewat saja, sehingga memberi tumpangan ke Karin. Namun dijelaskan seperti apa pun, Donwori tetap tak percaya. Hingga turunlah larangan untuk bekerja itu.

Meski sempat menolak, Karin akhirnya menurut juga. Namun, dibarengi dengan ngamuk tiada akhir. Hingga ujungnya, Donwori tak pernah diberi ‘jatah’. Kira-kira, sudah lima bulanan lebih Donwori tak bisa menyentuh istrinya. Pengen pun akhirnya ia tahan-tahan. Karena untuk ‘jajan’ sembarangan di luar, ia juga tak berani. Hingga cerita ini disampaikan, pria-pria lain yang turut mendengarkan cerita Donwori, menatap laki-laki malang ini dengan tatapan iba. “Sampai-sampai, saking pengene,  meluk dia  aja aku sudah bisa orgasme, “ akunya.

Loh, katanya tadi tak mau lagi disentuh? Kok bisa meluk-meluk? Kalau kata Donwori sih, ia juga baru berani memeluk ketika Karin lengah. Entah lengah yang seperti apa, Radar Surabaya tak tahu. Geli sendiri mau bertanya.

Lalu, bagaimana hubungan keduanya ini berakhir? Rupanya, Donwori menyerah. Buat apa menikah kalau salah satu kebutuhan pentingnya tak terpenuhi. Kalau katanya, mending mencari yang lain yang siap sedia setiap saat. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia