Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

581 Warga Ikuti Screening Mata di Pendapa Delta Wibawa

20 Februari 2019, 11: 38: 37 WIB | editor : Wijayanto

PEDULI: Sebanyak 581 warga Sidoarjo mengikuti screening mata gratis di Pendapa Delta Wibawa, Rabu (20/2).

PEDULI: Sebanyak 581 warga Sidoarjo mengikuti screening mata gratis di Pendapa Delta Wibawa, Rabu (20/2). (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Rabu (20/2) pagi, 581 warga Sidoarjo memadati Pendapa Delta Wibawa. Mereka berasal dari 18 kecamatan di Kota Delta untuk mengikuti screening mata gratis dalam rangka HUT Kabupaten Sidoarjo Ke 160.

Screening mata kali ini hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Basnaz) Sidoarjo dan RS Mata Fatma.

"Kali ini Pemkab Sidoarjo meringankan beban khususnya warga duafa untuk pemeriksaan mata. Alhamdulillah yang daftar banyak," jelas Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin.

Cak Nur, sapaan akrab wabup berharap kegiatan ini bermanfaat dan dapat meringankan warga. Ia juga menerangkan jika screening mata ini merupakan salah satu paket kegiatan guna memeriahkan hari jadi Kota Sidoarjo. "Ada kegiatan yang sifatnya spiritual seperti istighotsah, ada juga hiburan, olahraga maupun sosial," jelas Cak Nur. 

Dewan Pimpinan Baznas Sidoarjo Ilhamudin menerangkan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap tahun. "Tahun ini pesertanya jauh meningkat. Tahun lalu hanya 450 orang, kini hampir 600 warga yang mengikuti screening  mata," terang Ilhamudin.

Untuk operasi katarak sendiri akan dilaksanakan pada awal Maret mendatang di RS Mata Fatma.

Katimin, 65, warga Sidokerto, Buduran, yang ikut screening mata menceritakan jika sudah enam bulan mata bagian kanannya mulai kabur. "Tadi sama dokternya disuruh operasi katarak. Tapi masih menunggu jadwal," terangnya.

Sementara itu dr. Aven Martinda dari RS Mata Fatma menghimbau agar warga memeriksakan mata tiap enam bulan sekali. "Katarak bisa karena usia maupun sinar ultraviolet. Obatnya cuma satu, dioperasi. Karena bila tidak, bisa menyebabkan kebutaan," terang Aven.

Sementara itu, fakta mengejutkan diutarakan Humas RS Mata Fatma Dwi Lestari. Menurut dia, penderita katarak pada anak semakin meningkat. "Tahun 2017, kami mengoperasi satu anak. Tahun 2018 bertambah menjadi 7 anak," kata Dwi. (sat/jay)

(sb/sat/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia