Selasa, 23 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
DPR RI Kunjungi Lapas dan Rutan di Sidoarjo

Pastikan Warga Binaan Bisa Mencoblos dalam Pemilu

20 Februari 2019, 11: 07: 35 WIB | editor : Wijayanto

CARI SOLUSI: (Dari kanan) Anggota DPR RI Zainudin Amali, Adies Kadir, dan Arteria Dahlan saat berada di Lapas Sidoarjo.

CARI SOLUSI: (Dari kanan) Anggota DPR RI Zainudin Amali, Adies Kadir, dan Arteria Dahlan saat berada di Lapas Sidoarjo. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Tiga anggota DPR RI meninjau rumah tahanan negara (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang ada di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (19/2). Kedatangan ketiga wakil rakyat tersebut untuk memastikan keikutsertaan warga binaan dalam Pemilu 17 April nanti.

Dalam kunjungan resmi ke Kota Delta, Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali didampingi oleh anggota Komisi III Adies Kadir dan Arteria Dahlan. Mereka mendatangi Rutan Medaeng, Lapas Sidoarjo, dan Lapas Porong.

Zainudin Amali menegaskan, banyak warga binaan yang belum memiliki e-KTP. Padahal, kartu identitas elektronik tersebut sebagai syarat dalam keikutsertaan untuk mencoblos nanti. “Hampir separo rata-rata warga binaan rutan dan lapas belum punya e-KTP,” katanya.

Dia mengungkapkan, koordinasi antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), KPU Sidoarjo serta Bawaslu Sidoarjo sangat penting untuk mengakomori pemilih di rutan dan lapas.

Karena itu, sistem jemput bola diharapkan bisa dilakukan sebelum pencoblosan dilakukan. “Sangat disayangkan banyak warga binaan yang tidak ikut menyalurkan haknya sebagai pemilih,” terangnya.

Adies Kadir juga menegaskan harus ada tindakan cepat dan tepat untuk mengakomodasi warga binaan pemasyarakatan. Kendala terkait pengurusan e-KTP harus diselesaikan dengan jemput bola oleh Dispendukcapil. “Tinggal nanti KPU bisa mengakomodir masuk ke DPT,” terangnya.

Selain itu, Adies menambahkan, warga binaan bisa dimasukkan dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). Diharapkan dengan koordinasi yang matang maka warga binaan bisa mencoblos pada 17 April nanti. “Kami sudah koordinasi dengan kemenkumham dan kemendagri terkait hal itu,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo sudah melakukan koordinasi dengan rutan dan lapas yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Pihak KPU kesulitan memastikan penambahan daftar pemilih tetap (DPT) yang berasal dari warga binaan. Hingga saat ini KPU Sidoarjo masih menunggu petunjuk dari KPU pusat terkait mekanisme agar warga binaan tetap bisa mencoblos.

Ketua KPU Sidoarjo Mokhammad Zainal Abidin mengatakan, warga binaan Lapas Sidoarjo, Lapas Porong, dan Rutan Medaeng belum masuk DPT Sidoarjo. Total warga binaan diperkirakan sekitar 4.000 orang. Data warga binaan ini dianggap belum jelas. “Banyak yang bukan warga Sidoarjo dan jumlah napi keluar masuk,” kata Zainal.

Zainal mengungkapkan, total pemilih dalam DPTHP-2 sebanyak 1.397.573. Meningkat dibandingkan DPTHP-1 yang hanya 1.394.483. Jumlah tersebut belum termasuk napi di tiga lapas yang ada di Kabupaten Sidoarjo. “Belum kita masukkan karena masih belum jelas petunjuknya dari pusat,” ujarnya.

Meski begitu, Zainal sepakat dengan masukan anggota parlemen agar warga binaan pun menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi bulan depan. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia