Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Disergap di Tengah Jalan, Dua Bandit Menyerah Didor

19 Februari 2019, 08: 43: 18 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Kedua tersangka yang ditembak kakinya.

DIAMANKAN: Kedua tersangka yang ditembak kakinya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Sepak terjang kejahatan Imawan,21, dan Achmad Anwar, 25, akhirnya terhenti. Dua pelaku perampasan motor yang masing-masing tinggal di Jalan Bulak Banteng Lor Bhinneka blok E/8, Kenjeran dan Jalan Bulak Jaya 10/48, atau tinggal di Bulak Banteng Lor Gang Mawar , Surabaya ini diringkus setelah tiga kali beraksi. 

Tak hanya itu, polisi juga melumpuhkan kaki masing-masing pelaku dengan tembakan lantaran mereka melawan. Penangakapan kedua pelaku itu dilakukan tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Rabu (13/2). Mereka disergap saat berboncengan sepada motor di Jalan Dukuh Bulak Banteng, Surabaya. 

Keduanya memang sudah menjadi target operasi setelah merampas motor milik Irfan Dwi Herdianto,14, warga Jalan Kupang Gunung Barat 4/32 Surabaya. 

"Kasus peramapasan itu terjadi akhir Januari lalu. TKP-nya di Jalan Simo Kalangan Gang Kali Rolak depan rumah nomor 201," ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko.

Agung mengatakan identitas Imawan dan Anwar diketahui berdasarkan petunjuk rekaman CCTV. Di  CCTV tersebut terlihat jelas wajah dan motor yang mereka gunakan saat merampas, yakni Honda Scoopy merah bernopol L 3257 SB.

Beberapa pekan melakukan penyelidikan, keberadan keduanya diketahui hingga mereka ditangkap. "Saat ditangkap mereka mencoba melawan, hingga akhirnya kami lumpuhkan kaki masing-masing pelaku," tegasnya.

Menurut Agung, saat beraksi mereka kerap melakukan kekerasan. Seperti yang dialami korban Irfan. Kedua tersangka yang saat itu mendapati korban yang berkendara sendirian dengan motor nopol L 3422 UE dihampiri pelaku. "Mereka berpura-pura meminta korban untuk mengantarkan kedua pelaku ke tempat sablon," terang Agung. 

Kemudian, Imawan membonceng korban sedangkan Anwar membuntutinya. Sampai di lokasi, Irfan diminta untuk turun dari motor. "Korban mencoba menolak permintaan kedua tersangka. namun karena kalah jumlah dan tersangka sudah dewasa, korban hanya pasrah saat ia diintimidasi dan didorong hingga menyerahkan motornya," ujarnya.

Setelah itu, Imawan segera mengendrai motor korban dan kabur. Sedangkan Anwar yang sebelumnya adalah joki, mengikuti laju motor Imawan sambil berjaga-jaga untuk menghalangi jika ada motor lain yang mengejar komplotannya itu.

Berdasarkan keterangan pelaku, selain merampas  motor, Anwar dan Imawan sebelumnya juga sudah dua kali melakukan perampasan. Pertama mereka merampas Hp milik seorang remaja yang asyik berfoto selfie di depan Hotel Majapahit, sedangkan TKP yang kedua di kawasasn Gununganyar. 

Sementara itu, kepada polisi Imawan dan Anwar mengaku jika uang hasil perampasan itu mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari. Jika hasil rampasan melimpah seperti ketika usai merampas motor Irfan, mereka akan mengunakan uangnya untuk foya-foya. "Uangnya habis di ruang karaoke dan membeli miras," ungkapnya.  (yua/rud) 

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia