Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Tak Dihadiri Gus Ipul, Sertijab Gubernur-Wagub Digelar di DPRD Jatim

19 Februari 2019, 08: 37: 28 WIB | editor : Wijayanto

SERAH TERIMA: Gubernur Jatim periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa (dua dari kiri) didampingi Wagub Emil Dardak (kiri) menerima berkas dari Gube

SERAH TERIMA: Gubernur Jatim periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa (dua dari kiri) didampingi Wagub Emil Dardak (kiri) menerima berkas dari Gubernur Jatim periode 2009-2019, Sokarwo (dua dari kanan), dalam sidang paripurna di gedung DPRD Jatim. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Prosesi serah terima jabatan (sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim dari pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak dilaksanakan di gedung DPRD Jatim, Senin (18/2). Dalam sertijab tersebut, Saifullah Yusuf tampak tidak hadir.

Proses sertijab secara umum berlangsung lancar meski tanpa dihadiri Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf. Proses dilakukan dengan penandatangan yang dilakukan Pakde Karwo selaku Gubernur Jatim Periode 2014-2019, Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jatim Periode 2019-2024, dan Dirjen Otda Kemendagri RI Soemarsono yang disaksikan Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar. Selanjutnya Pakde Karwo menyerahkan memori jabatan kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar dalam sambutannya menyampaikan tidak perlu lagi mempermasalahkan ketidakhadiran Gus Ipul dalam paripurna kali ini. Menurutnya baik Khofifah maupun Gus Ipul sudah menyatu.

“Mereka sudah menyatu terbukti dengan menyanyi bersama lagu semasa kampanye.  Ini hanya masalah waktu saja, yang kemudian Gus Ipul tidak bisa hadir. Yang penting semua menyatu untuk pembangunan Jatim mendukung apa yang menjadi program Bu Khofifah,” ujarnya.

Sedangkan Khofifah mengatakan meskipun Gus Ipul tidak datang dalam paripurna, namun ia meyakini Gus Ipul ikut hadir dalam paripurna. “Saya yakin hati Gus Ipul hadir di sini untuk pembangunan Jawa Timur ke depan,” kata Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Khofifah kembali menyampaikan keinginannya mewujudkan masyarakat Jatim yang adil, sejahtera, unggul dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris inklusif melalui kerja bersama dan semangat gotong royong.

Hal tersebut disampaikan wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Muslimat NU saat melakukan sertijab Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Masa Jabatan 2019-2024 dan Rapat Paripurna dalam rangka Pidato Penyampaian Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Masa Jabatan 2019-2024 di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.

Paripurna kali ini tidak hanya dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD dan pejabat OPD Pemprov Jatim, namun juga dihadiri sejumlah Bupati dan Wali Kota se Jawa Timur. Dalam paripurna tersebut, Khofifah menyampaikan visinya yakni ingin mewujudkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai cita-cita dengan mengedepankan semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa.

Sedangkan untuk misi yang akan dijalankan selama lima tahun mendatang, Khofifah mengaku memiliki tujuh misi. “Antara lain keseimbangan pembangunan ekonomi, baik antar kelompok, antar sektor maupun antar wilayah. Termasuk terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan sosial dengan memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Jatim,” tambahnya. 

Khofifah menyampaikan bahwa Jatim menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang masih diijinkan oleh menteri dalam negeri (Mendagri) untuk tetap ada Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Tujuannya untuk pendekatan pembangunan kewilayahan. Pendekatan tersebut menjadi penting untuk bisa mengukur keadilan akses dan layanan. Karena itu, penguatan Bakorwil dinilai sangat penting. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia