Jumat, 24 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Siapkan Rp 9 Miliar Tata Kota Lama

Pemkab Sidoarjo Kembangkan Kampung Batik Jetis

18 Februari 2019, 22: 38: 17 WIB | editor : Wijayanto

TURUN TEMURUN: Mukaromah saat pemberian warna batik di rumahnya di Kampung Batik Jetis Sidoarjo

TURUN TEMURUN: Mukaromah saat pemberian warna batik di rumahnya di Kampung Batik Jetis Sidoarjo (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Sejak 2011 revitalisasi kota lama sudah dirancang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Bangunan-bangunan tua di Jalan Gajah Mada dan sekitarnya akam dibenahi. Tahun ini, program tersebut kembali dilanjutkan.

Konsep penataan kota lama dipusatkan di dua titik. Pertama, di Kampung Batik Jetis. Wilayah itu merupakan titik pertama perkembangan batik di Kota Delta. Pemkab akan menjadikan kampung batik menjadi destinasi wisata unggulan.

Lokasi kedua di Masjid Al Abror, Kelurahan Kauman. Masjid itu menjadi tonggak penyebaran Islam di Kota Delta.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Trisnanto Edi Wibowo menjelaskan, pembangunan kota lama merupakan lanjutan dari penataan Jalan Gajah Mada. Tahun lalu, pemkab menata pedagang kaki lima (PKL). Pedagang dimasukkan di sentra kuliner dan nonkuliner.

Tahun ini, penataan dimulai dari Kampung Batik Jetis. Tris, sapaan akrab Trisnanto, menjelaskan, kampung tersebut sarat sejarah. Industri batik khas Sidoarjo dimulai dari tempat itu. "Pemkab akan membenahi akses masuk ke Kampung Batik Jetis," katanya.

Pembenahan berlanjut di kawasan Masjid Al Abror. Pemkab akan membangun tempat parkir. Sebab, selama ini lahan parkir kurang.

Pekerjaan lain yaitu membenahi Monumen Batik di depan Masjid Al Abror. Monumen itu kurang mendapatkan perhatian. "Akan diperbaiki sebagai penanda kampung batik," jelasnya.

Untuk menghidupkan kembali kota lama, pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp 9 miliar. Anggaran itu berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia