Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

ECOTON: 80 Persen Ikan di Sungai Memakan Gel Popok

18 Februari 2019, 09: 32: 26 WIB | editor : Wijayanto

PENCEMARAN: Gubernur Khofifah saat menyusuri sungai Brantas dan menemukan banyak sampah popok yang dibuang warga ke sungai.

PENCEMARAN: Gubernur Khofifah saat menyusuri sungai Brantas dan menemukan banyak sampah popok yang dibuang warga ke sungai. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Komunitas Ecoton membentuk Relawan Jogo Kali. Dengan dibentuknya relawan tersebut, bertujuan untuk menjaga lingkungan, terutama sungai agar terbebas dari pencemaran sampah maupun limbah.

Direktur Eksekutif  Ecoton Surabaya Prigi Arisandi menyambut baik inisiasi dari gubernur perempuan pertama di Jatim ini. Menurut Prigi, ini menjadi semangat baru bagi Ecoton dan masyarakat untuk lebih giat lagi menjaga lingkungan sekitar, terutama sungai. “Kita sangat apresiasi program pemerintah 99 persen jembatan bebas popok, dan dibentuknya Relawan Jogo kali ini. Kita akan semakin kuat memberantas sampah yang mencemari lingkungan,” kata Prigi.

Prigi menjelaskan, problematikan sampah popok ini masih belum ada solusi di kalangan masyarakat. Pasalnya sampah popok sangat sulit terurai, meskipun dimusnahkan dengan cara dibakar. Sebanyak 1,2 persen sampah popok dibuang ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Brantas, sehingga gel dari popok tersebut terurai dan dimakan oleh ikan yang berada di Sungai Brantas.

“Jadi sungai inilah menjadi solusi warga membuang sampah popok, sehingga 80 persen ikan kita di sungai ini makan gel dari popok itu. Maka kerusakan lingkungan sudah mulai kelihatan, oleh karena itu harus ada sinergi antara pemerintah dengan produsen,” urainya.

Ia juga mengatakan, agar produsen membuat logo imbauan pada masyarkat pada di kemasan popok yang bertuliskan larangan membuang sampah popok di sungai. Selain itu, terdiri dari 45 orang anggota Ecoton yang tersebar di Batu, Malang, dan Surabaya juga rutin melakukan sosialisasi di sungai yang beradai di wilyah tersebut.

“Ya itu kita edukasi, dan mengimbau masyarakat. Terlebih saat ini kita juga mempromosikan program Gubernur 99 persen jembatan bebas sampah popok. Warga pun semakin bersemangat dengan program tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya larangan membuang sampah sembarang sudah tertulis pada Peraturan Pemerintah (PP) undang-undang No. 251 tentang pengendalian dan pencemaran air dan PP No. 18 tahun 2008 tentang pengelolahan sampah.

Disamping itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Prov Jatim, Diah Susilowati menambahkan, gerakan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar mengembalikan fungsi sungai, melalui program Adopsi Sungai Brantas. Tujuannya, untuk mengurangi sampah, dan mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga sungai Brantas.

“Tujuan lainnya adalah agar masyarakat bisa berhenti membuang popok sekali pakai di sungai. Pentingnya gerakan ini, lanjut Diah, karena Sungai Brantas adalah sungai prioritas di Jatim untuk keperluan konsumsi air PDAM,” tutupnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia