Selasa, 18 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Susur Sungai Brantas, Gubernur Khofifah Berantas Sampah Popok

18 Februari 2019, 00: 11: 43 WIB | editor : Wijayanto

TURUN LANGSUNG: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyusuri dan membersihkan sampah di aliran Sungai Brantas, Jambangan, Surabaya, Min

TURUN LANGSUNG: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyusuri dan membersihkan sampah di aliran Sungai Brantas, Jambangan, Surabaya, Minggu (17/2). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Setelah lima hari dilantik sebagai Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mulai turun bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dalam agendanya, Minggu (17/2), Khofifah melakukan aksi susur dan bersih sungai di kawasan Karangpilang Surabaya.

Dimulai dari Kantor Jasa Tirta, Khofifah beserta rombongan disambut oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kantor Jasa Tirta di kawasan dam Rolak. Pada pukul 08.00, Khofifah serta rombongan bergegas menuju perahu yang disediakan oleh Jasa Tirta. Di sepanjang perjalanan menyusuri sungai, Khofifah mengumpulkan sampah plastik yang mengambang.

Sesampainya kembali di Kantor Jasa Tirta, Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur (Jatim) itu disambut antusias oleh warga Kelurahan Jambangan, Surabaya. Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan ingin memanggil kerelawanan seluruh warga yang tinggal di sekitar Sungai Brantas dengan membuat program 99 Jembatan Bebas Popok.

Tidak hanya mengajak seluruh masyarakat Kota Surabaya saja, tetapi juga masyarakat di seluruh Jatim. Pada kali ini dirinya juga menggandeng Relawan Jogo Kali untuk memantau kondisi Sungai Brantas secara berkelanjutan.

“Yang disampaikan Relawan Jogo Kali tadi, kalau sungainya bersih, maka urip jadi becik. Kenapa harus Relawan Jogo Kali, karena panjenengan semua yang turut bagian menjaga sungai itu tetap bersih,” kata Khofifah di hadapan warga Jambangan, Minggu (17/2) pagi.

Dalam kesempatan itu juga, Khofifah menceritakan sedikit soal Sungai Brantas yang dulunya sempat tersumbat oleh ratusan tanaman eceng gondok. Tetapi pada saat ini, eceng gondok tersebut sudah dibersihkan oleh Pemkot Surabaya. Meskipun masalah eceng gondok sudah berhasil diatasi, namun masih permasalahan klasik yang kini menjadi pr bagi masyarakat dan pemerintah.

Khofifiah menjelaskan, usai menyusuri Sungai Berantas, ia menemukan satu kantung kresek sampah popok yang dibuang ke sungai. “Saya ini arek Suroboyo, dulu sungai ini banyak eceng gondoknya. Tapi sudah dibersihkan. Nah eceng gondok bersih, lalu ini muncul (sampah popok). Saya dapat satu kresek, uabot, karena sudah campur air,” ucap Khofifah.

Masih di lokasi yang sama, dirinya menyampaikan ada warga yang bermukim di sepanjang sungai Berantas agar tidak membiasakan budaya membuang sampah sembarangan. Menurutnya, menjaga lingkungan akan berdampak baik bagi kehidupan masayarakat sekitar Sungai Brantas. Ia pun juga akan turut serta membantu masyarakat terjun langsung membersihkan sungai setiap satu minggu sekali.

“Jadi insya’ allah saya dan Relawan Jogo Kali akan tiap minggu turun. Bisa saja di tempat yang sama, atau di tempat berbeda. Kenapa? Supaya ini menjadi gerakan bersama menjaga lingkungan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, akan membuat pemetaan di beberapa titik sungai yang ada di daerah lain. Bersama Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) dan Jasa Tirta, Khofifah akan memetakan titik yang akan dilakukan pembersihan lingkungan.

“Misalkan ada titik di Malang, di Kediri, lalu Tulungagung, pokoknya kita muter, supaya kita sama-sama bersemangat bersih-bersih. Jangan hanya  menunggu ada saya saja, itu juga bisa dilakukan oleh masyarakat sendiri. Maka ayo kita jaga lingkungan, karena kebersihan sebagian dari iman,” pungkasnya.

Saat di lokasi dirinya menyempatkan diri membagi 100 sembako pada warga Jambangan, dan memberikan santunan kepada tujuh keluarga korban insiden perahu terbalik yang terjadi di tahun 2018.

Ia memberikan santunan masing-masing sebesar Rp 5 juta. Setelah itu, ia bergegas lagi menuju Jembatan Karangpilang Baru dengan menggunakan perahu motor, untuk melihat langsung ratusan sampah popok yang telah dikumpulkan oleh Relawan Jogo Kali. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia