Rabu, 20 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ditagih Uang Belanja Istri, Gasak Kotak Amal di Warung

17 Februari 2019, 00: 13: 13 WIB | editor : Wijayanto

BANYAK ALASAN: Mulyono dan kotak amal yang disita sebagai barang bukti.

BANYAK ALASAN: Mulyono dan kotak amal yang disita sebagai barang bukti. (RAHMAT/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Banyak alasan untuk melakukan aksi kejahatan. Salah satunya lantaran tertekan istri yang minta uang belanja. Begitulah Mulyono, 27, yang tinggal di Jalan Tambak Asri Gg Teratai ini akhirnya gelap mata menggasak kotak amal di warung gado-gado.

Kejadian itu bermula ketika Mulyono pulang bekerja, singgah ke warung gado-gado milik Indartik di Jalan Raya Bringin, Sambikerep, Surabaya pada Sabtu (9/2). Ketika kondisi warung sepi, Mulyono memanggil si pemilik untuk membelih gado-gado. Namun pemilik warung sedang berada di dalam rumahnya yang kebetulan berhadapan dengan warung.  Bukannya menungu pemilik warung, Mulyono melihat kotak amal yang ada di atas meja dan langsung menggasaknya. 

Saking kerasnya Mulyono melepas kotak amal, sehingga menimbulkan suara dan mengundang pemilik warung untuk melihat warungnya. Pemilik warung memergoki saat Mulyono berhasil melepas kotak amal. 

Melihat pemilik warung datang membuat Mulyono langsung kabur membawa kotak amal. Sontak pemilik warung gado-gado itu berteriak “maling-maling” dan mengundang warga yang ada di sekitar mengejar Mulyono yang ketika itu kabur dengan sepeda motor miliknya.

Apa daya, sepeda motor yang dikendarai Mulyono terjatuh saat melintas di perempatan Jalan Beringin.  Warga yang mengejar berhasil menangkap Mulyono dan menghajarnya. Beruntung  Tim Anti Bandit Polsek Lakarsantri  yang sedang berpatroli melintas di jalan tersebut. Melihat kejadian itu Tim Anti Bandit langsung mengamankan Mulyono beserta barang bukti kotak amal ke Mapolsek Lakarsantri.

Dari keterangan penyidikan yang dihimpun oleh Radar Surabaya   kotak amal yang ada di warung itu dibaut, tetapi bautnya sudah berkarat dan dikaitkan ke meja. Mulyono tidak menggunakan alat apapun, dirinya hanya merusak baut dengan menarik paksa, sehingga kotak amal yang dibaut lepas. 

Mulyono yang bekerja sebagai kuli bangunan di proyek perumahan ini mengakui tindakan mencurinya tersebut baru dilakukannya sekali. Ini karena adanya kesempatan mencuri kotak amal di warung yang kebetulan ditinggal pemiliknya. Di dalam kotak amal yang digasak Mulyono terdapat uang berjumlah Rp. 617 ribu yang rencana akan digunakan untuk kebutuhan hidup Mulyono dan keluarga.

Tersangka mengaku selama seminggu ini belum menerima uang gaji dan setiap pulang ke kontrakannya di Jalan Tambak Asri Gg Teratai, Surabaya dirinya selalu ditagih uang belanja oleh istri.  “hal tersebut yang membuat Mulyono tertekan dan nekat untuk melakukan aksi pencurian kotak amal,” kata Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri, Ipda Hadi Ismanto. (rmt/rtn)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia