Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Warga Babadan Rukun Hajar Jambret

17 Februari 2019, 00: 03: 24 WIB | editor : Wijayanto

GAGAL: Kompol Esti Setija (kiri) sedang bertanya pada tersangka Cahyoni terkait alasannya menjambret.

GAGAL: Kompol Esti Setija (kiri) sedang bertanya pada tersangka Cahyoni terkait alasannya menjambret. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Luka lebam dan rasa nyeri yang diderita Cahyono,22, belum sepenuhnya hilang. Pria yang tinggal di Jalan Dupak Masigit, Surabaya ini babak belur dibogem belasan warga Jalan Babadan rukun Gang VII  Surabaya. Cahyono dihajar massa setelah tertangkap merampas Handphone (hp) milik gadis 13 tahun.

Aksi Cahyono dilakukan pada Minggu (10/2). Saat itu, tersangka mengendarai sepada motor melintas di sekitar lokasi. Kemudian, tersangka mendapati korban EN yang saat itu bermain HP di pinggir jalan. Mendapati hal itu, Cahyono lantas turun dari motor dan mendekati korban. Cahyono lantas merampas Hp tersebut.

"Namun korban saat itu mencoba mempertahankan HPnya, namun karena tenaga tersangka lebih kuat, Hp korban pun berpindah tangan," ungkap Kapolsek Krembangan, Kompol Esti Setija Oetami.

Esti mengatakan saat tersangka membawa kabur Hp tersebut, korban mencoba mengejar Cahyono sambil berteriak maling. Teriakan itu membuat sejumlah warga bergegas mengejar tersangka hingga berhasil ditangkap.

"Tersangka sempat dihajar massa sebelum kami amankan. Ada warga yang melapor dengan adanya jambret ketangkap. Setelah itu kami segera menuju tkp," ujarnya. 

Saat diamankan kondisi Cahyono sudah babak belur. Polisi pun sempat melarikannya ke puskesmas untuk memperoleh perawatan. Setelah itu, terasangka dan barang bukti Hp dibawa ke Mapolsek. "Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku baru sekali melakukan aksinya," terang mantan Kapolsek Rungkut ini.

Sementara itu, kepada polisi Cahyono mengaku nekat merampas Hp lantaran kepepet. Dia harus membayar utang kepada temannya yang sudah lama ia tak mampu bayar. Karena tak ingin dimarahi temannya, ia pun mencoba mencari uang tambahan.  "Rencananya saya akan jual Hp korban. Uangnya saya gunakan untuk bayar utang," ungkapnya. (yua/rtn)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia