Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pengedar Upal Satu Juta Via Medsos Ditangkap

16 Februari 2019, 23: 53: 13 WIB | editor : Wijayanto

Tersangka Sunardi

Tersangka Sunardi (RAHMAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Berhati-hatilah dengan jasa penukaran uang dengan iming-iming ditukar dua kali lipat. Bisa jadi uang tersebut palsu. Seperti kasus peredaran uang palsu (upal) yang telah dibongkar anggota Reskrim Polsek Karangpilang, Surabaya.

Pelakunya adalah Sunardi warga Gajah Mada Dusun Padu RT 5 No. 1, Lawang, Malang.  Modusnya, Sunardi menyediakan jasa penukaran uang via media sosial Facebook. Tawarannya cukup menggiurkan. Siapa saja yang menukarkan uang Rp 1 juta kepadanya akan mendapat uang Rp 2 juta.

Keganjilan tawaran ini tercium aparat kepolisian. Hingga ada salah satu anggota polisi yang berpura-pura ingin menukarkan uang. 

Tanpa curiga, Sunardi merespon dan bersedia mengantarkan uang ke Surabaya. Lantas disepakati depan RSI Wonokromo sebagai lokasi pertemuan sekaligus menukar uang. Pertemuan itu pun terjadi pada Rabu (13/2) pukul 02.00 dini hari.

Setelah dipastikan uang yang dibawa Sunardi palsu, polisi langsung menangkapnya. Sunardi yang tidak lulus SD ini mengaku mendapat uang palsu dari pedagang melintas dan memasarkannya melalui media sosial Facebook. Dari tangan pelaku didapati uang palsu senilai Rp. 6,5 juta siap edar. 

Kanit Reskrim Polsek karang Pilang Surabaya, Iptu Wardi Waluyo, mengungkapkan bahwa modus pengedaran upal yang dilakukan oleh Sunardi dilakukan secara terang-terangan melalui online di media sosial. 

“Tersangka mendapat keuntungan dua kali lipar dari penjualan upal, setiap satu juta tersangka dapat dua juta rupiah,” kata Wardi.

Dia menambahkan pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan terkait dengan peredaran dan percetakan uang palsu. “Kami akan selidiki ke percetakannya, serta melakukan pemeriksaan nantinya di bantu dengan saksi ahli dari Bank Indonesia. Untuk mengedarkan uang palsu ada jaringannya tidak mungkin hanya perorangan, kami akan lakukan pengembangan kasus ini,” tegasnya. (rmt/rtn)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia