Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Berdayakan Warga Atasi Kebakaran Pertama lewat Simulasi

16 Februari 2019, 18: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

PMK MOGE: Petugas yang melakukan simulasi di Keputran Kejambon II.

PMK MOGE: Petugas yang melakukan simulasi di Keputran Kejambon II. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya – Upaya menekan angka kebakaran di Surabaya terus dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran (PMK). Simulasi dan teknik pemadaman secara manual dilakukan untuk melatih warga melakukan aksi cepat tanggap saat kebakaran terjadi. Sabtu, (16/2) giliran warga Keputran Kejambon II RW XII melakukan simulasi pemadaman kebakaran.

“Kita inginkan warga berbuat apa menunggu petugas pemadam. Sehingga warga paham dia bertugas apa, dia harus bagaimana dan kita latih teknik-teknik pemadaman secara manual” jelas Irvan Widyanto, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PMK.

Warga menyambut antusias simulasi ini. Anak-anak, dewasa hingga orang tua turut dilibatkan. PMK juga melatih keberanian ibu-ibu mengatasi kebocoran tabung elpiji.  Dilanjut dengan simulasi kebakaran yang terjadi di salah satu rumah warga, Eni Irawati.

Erni mengatakan, dengan adanya simulasi ini punya manfaat yang banyak. “Kita bisa tahu gimana mengantisipasi kebakaran seperti itu. Jangan sampai panik,” tambahnya.

Pada simulasi tersebut, PMK menerjukan tiga unit mobil pemadam dan dua unit motor gede. Motor sangat cocok digunakan untuk menjangkau gang-gang sempit. Apalagi perkampungan seperti di Kejambon Keputran tergolong  padat penduduk.

Rumah-rumah berdempetan, jalan sempit dan kabel-kabel listrik terangkai tidak beraturan. Hal seperti ini bisa memicu terjadi kebakaran, apalagi akses jalan yang terbatas akan memperlambat pemadaman. Api ditakutkan semakin membersar dan cepat menjalar ke obyek lain.

Pelatihan ini diharapkan agar warga bisa secara mandiri memadamkan api, sembari menunggu petugas PMK datang. Menurut Irvan, warga adalah juru pemadam yang sesungguhnya. Karena saat-saat genting kebakaran adalah sepuluh menit pertama.

Ia menghimbau, setelah simulasi ini warga bisa berbagi tugas. Siapa yang woro-woro, siapa yang telpon 112, siapa yang bisa menyelamatkan dan siapa yang mengumpulkan warga di suatu tempat. (rpp/jayu)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia