Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemanfaatan Teknologi Informasi Kunci Pembangunan Jatim

16 Februari 2019, 12: 07: 45 WIB | editor : Wijayanto

TEMUI STAFF: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (jilbab kuning) bersama Sekdaprov Heru Tjahjono saat mengunjungi Command Center Dinas Kominf

TEMUI STAFF: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (jilbab kuning) bersama Sekdaprov Heru Tjahjono saat mengunjungi Command Center Dinas Kominfo Jatim, Jumat (15/2). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mulai aktif menjalankan roda pemerintahan. Di hari pertama kerjanya, Jumat (15/2), Khofifah langsung memimpin rapat perdana bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Jatim.

Dalam rapat internal tersebut, Khofifah menegaskan bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) menjadi kunci pembangunan Jawa Timur ke depan. “Ini menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan atau sustainable development yang akan dijalankan Pemerintah Provinsi Jatim.  Pemanfaatan TI dapat digunakan untuk meningkatkan sensitivitas kehumasan, yang harus dimiliki oleh semua organisasi perangkat daerah OPD,” kata Khofifah, kemarin.

Gubernur Jatim perempuan pertama ini menyebutkan alasannya, kerja baik dan benar saja tidak cukup, tapi harus ditambah dengan publikasi. Agar masyarakat mengetahui pekerjaan dengan baik dan benar.  Selain publikasi, menurut Khofifah informasi publik yang berkembang di masyarakat juga harus dipantau melalui monitoring media.

Dari monitoring tersebut, akan diketahui berapa banyak berita yang positif, dan berita negatif. Untuk berita yang negatif, pemerintah harus merespon dengan cepat untuk meluruskan berita tersebut.“Jika monitoring ini berjalan baik, bisa dibagi per OPD, lalu dibagi lagi per Rumah Sakit misalnya. Jadi sangat perlu meningkatkan infrastruktur dan teknik pengumpulan, dan pengintegrasian data diseluruh OPD di Pemprov Jatim,” jelasnya.

Khofifah menambahkan barometer awal bekerja sebagai pemimpin Jatim, dirinya bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak telah menyusun program kerja selama 99 hari pertama, “Kami telah mempersiapkan pelayanan kerja cepat, efektif, tanggap, transparan serta dan responsive (CETAR),” tambahnya.

Agar CETAR berjalan dengan baik dan sesuai harapan, Khofifah akan membaginya dalam tiga tahap, masing-masing tahap terdiri dari 33 hari. Untuk koordinasinya, ia akan membaginya per wilayah Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). “Ini agar lebih cepat dan efektif,” ujar mantan menteri sosial ini.   

Dalam kesempatan ini Khofifah juga menyinggung angka 99 yang menjadi tolok ukur awal kinerjanya. Alasannya adalah angka tersebut merupakan cerminan dari asma’ul husna, nama-nama Allah SWT yang berjumlah 99. Diharapkan, melalui asmaul husna, para ASN mendapatkan energi positif dalam menjaankan tugas.  

“Kalau saya mengambil Ya Lathif  yang artinya kasih sayang, kalau dalam bekerja dilandasi dengan kasih sayang InsyaAllah semua akan membawa hasil yang baik,” urainya

Khofifah juga meminta Sekretaris Daerah Heru Tjahjono untuk mengkoordinir penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai breakdown visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024.

“Informasi yang saya terima dari Bappeda ini harus selesai dalam waktu dua minggu ke depan. Jadi harus segera dilaksanakan dan silakan dikoordinir oleh Pak Sekda,” harapnya.  

Mengawali hari pertama bekerja, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama wakilnya Emil Elestianto Dardak meninjau sejumlah ruang kerjanya yang ada di gedung kantor Gubernur Jatim, Jumat (15/2) sekitar pukul 09.00. 

Namun sebelum melihat ruang kerja yang akan ditempati, keduanya meninjau ruangan yang ditempati para asisten dan biro.
Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono, Kepala Biro Umum Ashari Abubakar dan Kepala Biro Humas dan Protokol Aries Agung Paewai, Khofifah-Emil mampir ke ruang kerja Asisten Pemerintahan Setdaprov Jatim.

Selanjutnya, keduanya juga ditunjukkan ruang kerja Biro Humas dan Protokol yang berada di lantai satu. Tak lama di ruangan tersebut, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak pun diajak melihat ruang kerja mereka berdua. (mus)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia