Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Jelang UNBK Maret, Dinas Pendidikan Belanja Ribuan Komputer

13 Februari 2019, 16: 20: 42 WIB | editor : Wijayanto

BARU DATANG: Kepala Bidang Manajemen Pendidikan Suwono (kanan) menunjukkan tumpukan boks komputer yang akan digunakan untuk UNBK.

BARU DATANG: Kepala Bidang Manajemen Pendidikan Suwono (kanan) menunjukkan tumpukan boks komputer yang akan digunakan untuk UNBK. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) pada Maret mendatang, Dinas Pendidikan (Dispendik) terus mempersiapkan berbagai perangkat yang dibutuhkan. Salah satunya, komputer. Kemarin, Dispendik membeli ribuan komputer baru yang rencananya akan digunakan puluhan sekolah SD dan SMP Negeri di Kabupaten Gresik.

Kepala Bidang (Kabid) Managemen Pendidikan Dispendik Gresik Suwono menyebutkan, komputer yang dibeli Dispendik jumlahnya mencapai 1.208 unit. Ribuan komputer tersebut bakal didistribusikan untuk 18 sekolah dasar dan 21 untuk SMP. Untuk sekolah SD sekitar 603 unit yang akan dibagikan kepada 18 lembaga. Sedangkan SMP ada 592 unit yang akan dibagikan untuk 21 lembaga.

Untuk anggarannya sendiri sekitar Rp 11,6 miliar. Dengan rincian, anggaran yang berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 10 miliar dan dari anggaran APBD Kabupaten Gresik sebesar Rp 1,6 miliar.   Ribuan komputer itu akan datang dalam tiga tahap. “Jadi untuk distribusi ke sekolah rencananya akan dilakukan pada minggu depan,” ujarnya.

Dikatakan, penambahan computer untuk SMP dilakukan agar pelaksanaan UNBK bisa berlangsung dua sesi. Sehingga, dari 34 sekolah tidak semuanya mendapat tambahan kompter. “Hanya untuk SMP yang siap melaksanaan UNBK dua sesi yang ditambah. Sebelumnya kami telah melakukan survey,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dispendik Gresik Mahin mengatakan, pelaksanaan UNBK dua sesi ini sangat efektif. Ujian siswa di sore hari juga berpengaruh pada kinerjanya. Untuk itu, secara bertahap Dispendik bakal mengarah ke UNBK dua sesi.

Selain itu, imbuh Mahin, selain distribusi komputer untuk pilot project USBK SD, pihaknya juga memberikan fasilitas sarana penunjang lainnya. “Ini hanya 20 SD yang jadi pilot project. Karena memang belum sepenuhnya siap. Untuk itu Dispendik tidak memaksakan pelaksanaan USBK di tingkat sekolah dasar,” ujarnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia