Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Simpati untuk Guru Nurkalim

Diusulkan Pegawai PPPK, Dapat Bingkisan dan Hadiah Umrah

12 Februari 2019, 17: 11: 40 WIB | editor : Wijayanto

PENGHARGAAN: Nurkalim memeluk Kapolres AKBP Wahyu S Bintoro usai memberikan arahan di depan siswa SMP di Wringinanom.

PENGHARGAAN: Nurkalim memeluk Kapolres AKBP Wahyu S Bintoro usai memberikan arahan di depan siswa SMP di Wringinanom. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Nurkalim, guru SMP Swasta di Kecamatan Wringinanom yang menjadi viral kini menuai simpati. Pemkab Pemkab Gresik akan merekomendasikan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPK).

Kapolres Gresik memberi bingkisan. Sementara pengacara kondang Hotman Paris Hutape akan memberikan bonus kepada guru honorer tersebut.

Simpati terus berdatangan kepada guru honorer mata pelajaran IPS yang bergaji Rp 450 ribu sebulan ini. Wakil Bupati Gresik, Moch Qosim menyatakan salut atas dedikasi Nurkalim dalam mendidik muridnya yang nakal.

"Pertama saya ingin pihak sekolah memberi sanksi kepada siswa tersebut. Bisa administratif seperti skors. Ini agar ada efek jera bagi dia," jelas wabup.

Kemudian yang kedua, dia mengusulkan kepada Bupati Gresik agar merekomendasikan Nurkalim diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPK). Ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada guru honorer tersebut.

"Untuk ukuran kelayakan, Pak Nurkalim layak untuk diangkat dari honorer menjadi guru PPPK. Ini akan kami usulkan ke pak bupati agar direkomendasikan ke Jakarta untuk diangkat," kata mantan Kadispendik Gresik ini.

Pada bagian lain, dalam upacara pagi di halaman sekolah, Nurkalim mendapat apresiasi dari Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro. Kapolres Gresik mendukung sikap Nurkalim, guru SMP swasta di Wringinanom yang sabar dan tidak terpancing emosinya saat ditantang siswanya. Secara khusus, kapolres memberikan bingkisan kepada guru honorer yang mengajar IPS tersebut.

"Kami salut dan simpati dengan sikap Pak Nurkalim, ini menjadi pembelajaran bagi lainnya. Intinya, jika menghadapi masalah jangan emosi yang dikedepankan, namun ketenangan. Dengan pikiran tenang, persoalan itu akhirnya bisa diselesaikan," tutur AKBP Wahyu S Bintoro, yang berjanji akan mengunjungi rumah Nurkalim, di Desa Pasinan, Kecamatan Wringianom.

Sementara itu, agar kejadian itu tidak terulang, mantan Kapolres Bojonegoro ini mengambil inspektur upacara di sekolah tempat Nurkalim mengajar. Di hadapan guru dan siswa, AKBP Wahyu berpesan kepada siswa untuk menghormati orang tua, guru dan temannya.

"Ini menjadi pelajaran bagi semua. Bahwa berbuat kasar, mengolok, membully ada konsekuensi hukum yang harus ditanggung. Orang bisa dipenjara hanya karena membully rekannya. Untuk itu, ini jadi pembelajaran agar tidak terulang lagi," pesan AKBP Wahyu S Bintoro.

Tidak hanya kapolres, pengacara kondang Hotma Paris Hutape melalui akun instagram akan memberi hadiah baju yang layak untuk seorang guru. Baju itu dibelikan dari hasil patungan ketiga anaknya yang menaruh simpati kepada guru asal Desa Pasinan, Kecamatan Wringinanom ini.

"Siapa yang punya nomor telepon pak sabar guru ini. Kita naikkan harkat martabatdan wibawaguru. Sebab Hotman sukses juga karena guru," tulis Hotman dalam instagram @hotmanparisofficial, kemarin.

Pada bagian lain, Henny Lestari, CEO Kita Communication, perusahaan public relation menjanjikan Nurkalim hadiah umrah. Pengusaha ini menilai, saat melihat instagram dia geram dengan perlakuan murid kepada Nurkalim. "Betapa mirisnya seorang guru diperlakukan seperti itu. Permintaan maaf boleh diberikan, namun harus ada sanksi," jelas dia.

Ditambahkan, dia akan menghubungi Nurkalim untuk diajak berangkat umrah ke Tanah Suci. "Insya Allah kalau diizinkan, saya akan membiayai umrah pak guru ini bersama 7 orang anggota karyawan saya," kata pengusaha perempuan ini. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia