Minggu, 21 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Tertangkap Berkat Rekaman CCTV

Alap-alap Kos-Kosan, Gasak 23 Motor dalam Lima Bulan

12 Februari 2019, 15: 11: 17 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

DIAMANKAN: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Khoirul Anam, 23, termasuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ulet. Sebab kurang dari lima bulan, pria warga Tambak Wedi atau kos di Jalan Kedung Cowek Ganga 3, Surabaya ini sudah berhasil menggasak puluhan motor di sepuluh lokasi di Surabaya. Aksi berakhir saat Anam tertangkap sedang beraksi di Jalan Lebak Jaya 2A Nomor 54.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti mengatakan di lokasi terakhir Anam beraksi,  polisi memperoleh petunjuk. Sebuah rekaman CCTV merekam aksinya. Dari rekaman itu, polisi melalukan identifikasi hingga berhasil menangkap Anam pada Sabtu malam (9/2).  "Dia kami tangkap di kos-kosannya," ungkap Iptu Bima Sakti, Senin (11/2).

Bima mengatakan dari penangkapan Anam,pihaknya mengamankan dua unit sepeda motor, Honda Beat nopol L 6988 ZX dan Honda CBR nopol L 6112 UB. Kedua motor tersebut merupakan sarana dan hasil curian. Menurut Bima, dalam beraksi, Khoirul tak sendiri melainkan dibantu oleh dua temannya yakni HA dan JN (DPO). "Mereka memiliki peran masing-masing sedangka peran Khoirul adalah eksekutor," terangnya.

Anam dan dua rekannya secara bergantian biasa beraksi dengan berboncengan sepeda motor. Mereka berkeliling ke sejumlah lokasi untuk mencari sasaran. Lokasi favorit mereka adalah sepada motor yang diparkir di kos-kosan. Mereka beraksi dalam waktu yang random, bisa siang atau malam hari.

Tersangka Anam masuk  dengan membuka pagar dan merusak kunci kontak motor dengan kunci T. Setelah kunci stang rusak dan motor bisa dihidupkan, tersangka membawa kabur motor korban. “Pelaku lain bertugas mengawasi situasi," ujarnya.

Motor hasil dijual ke Madura dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. Lalu, uang hasil penjualan motor curian itu dibagi bersama dua rekannya. Menurut Bima dari pengakuan tersangka dia sudah berhasil menjual setidaknya 25 motor dalam kurun waktu lima bulan.  "Tersangka sudah beraksi puluhan kali. Lokasi diantaranya adalah Sukolilo, Mulyorejo, Gubeng, Tambaksari, Kenjeran dan Simokerto," pungkasnya.

Anam mengaku jika uang hasil penjualan motor itu ia pakai untuk kebutuhan sehari-hari dan dugem. Bapak satu anak ini juga mengaku jika menjadi pelaku curanmor sudah menjadi mata pencahariannya.  "Sebab saya sudah lama menganggur,  jadi pelaku curanmor adalah jalan yang saua pilih," ungkapnya. (yua/rtn)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia