Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Terobos Razia Polisi, Dua Remaja Babak Belur Jatuh dari Motor

12 Februari 2019, 15: 04: 21 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Polisi membekuk pelaku saat terjatuh ke aspal.

DIAMANKAN: Polisi membekuk pelaku saat terjatuh ke aspal. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Razia sekala besar dilakukan Satlantas Polrestabes Surabaya Sabtu malam (9/2). Selain menilang ratusan kendaraaan, razia yang dilakukan di Jalan Ahmad Yani itu diwarnai dengan insiden dua pengendara yang jatuh dari motor lantaran mencoba meloloskan diri dari razia polisi.

Dua pengendara itu adalah Jofan,19, dan Adi Pratama,19,. Keduanya berboncengan motor dari arah Sidoarjo ke Surabaya. Mereka babak belur dan mengalami luka lecet lantaran terjatuh dari motor setelah mencoba meloloskan diri. Dua remaja ini memang terlihat mencurigakan, sebab bukannya berhenti remaja saat ada razia mereka justru tancap gas dengan meliak-liuk menerobos barisan polisi.

Meski berhasil melewati sejumlah petugas, namun aksi kedua remaja asal Trosobo, Sidoarjo tetap gagal setelah roda depan mereka tersangkut tali pembatas cone. Mereka pun terlempar dari motor dan mencium aspal. Sejumlah luka terlihat dari tubuh mereka, mulai dari lutut, siku hingga pipi serta leher bekas jeratan tali coen.

Tak hanya itu, setelah terjatuh mereka lantas berbegas diamankan polisi. Mereka digeledah, mulai dari tubuh hingga barang bawaan. Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pan Pandia menyebutkan usai pemeriksaan, polisi tak menemukan adanya tanda-tanda barang yang mencurigakan.

Lantas apa yang membuat mereka kabur dari razia polisi, sebab mereka tak ingin ditilang lantaran tak membawa STNK dan helm? "Padahal itu tak perlu dilakukan. Seharusnya mereka mengakui keselahannya. Kami sudah berikan uang untuk berobat dan tentunya surat tilang," terangnya.

Sementara Jofan dan Adi mengaku hendak ke Surabaya untuk menghadiri undangan ngopi temannya. Namun karena sudah malam mereka memutuskan untuk tak membawa helm dan juga STNK. Namun keduanya kaget setelah melihat razia polisi.

"Kami tak ingin ditilang apalagi motor kami disita. Sebab kami tak membawa STNK," ujar salah satu pemuda ini sambil meringis kesakitan.

Setelah diberikan surat tilang, keduanya pun diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Sementara itu, selain motor milik Jofan polisi juga menilang setidaknya 150 kendaraan lain dari berbagai pelanggaran. Mulai dari tak memabawa surat-surat dan kelangkapan kendaraan, juga motor brong. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia