Rabu, 19 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Pembunuhan Bos Laundry

Hasil Rekonstruksi Kuatkan Kedua Tersangka Rencanakan Pembunuhan

12 Februari 2019, 14: 12: 01 WIB | editor : Wijayanto

41 ADEGAN: Kedua tersangka (baju tahanan merah) memeragakan adegan pembunuhan terhadap Ester Lilik disaksikan Kasat Reskrim AKBP Sudamiran.

41 ADEGAN: Kedua tersangka (baju tahanan merah) memeragakan adegan pembunuhan terhadap Ester Lilik disaksikan Kasat Reskrim AKBP Sudamiran. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Penyidik Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Ester Lilik Wahyuni, 51, yang  jenazahnya dimasukkan tong plastik dan dibuang di kawasan Jalan Romokalisari, Selasa (12/2). Rekonstruksi melibatkan dua tersangka yakni Syaiful Rizal, 19, dan Mat Ari, 20.

Keduanya menjalani rekonstruksi pembunuhan sebanyak 41 adegan. Hasil rekonstruksi itu kian meyakinkan penyidik jika mereka sudah merencanakan pembunuhan terhadap bos laundry itu.

Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 09.00. Ada dua lokasi yang digunakan yakni tempat usaha laundry milik korban di Jalan Simpang Darmo Permai Selatan Gang XV nomor 213 dan di kawasan Romokalisari.

Adegan pertama dimulai dari tempat laundry korban yang juga menjadi tempat kerja kedua tersangka. Diawali dengan kedatangan Ester sambil marah-marah kepada kedua tersangka lantaran pintu pagar tak dikunci. Setelah itu, korban menuduh Rizal dan Ari telah mencuri handphone (Hp) milik korban.

Tidak hanya itu, keduanya juga diusir bahkan korban sempat "menjundul" (mendorong) kepala tersangka.

Setalah itu adegan dilanjutkan oleh Rizal dan Ari. Dimulai dari adegan nomor lima, usai diusir dan tak diberi uang pesangon, keduanya naik pitam dan merencanakan membunuh korban. Proses perencanaan itu dilakukan di lantai dua. Kemudian mereka turun menghampiri korban yang ada di lantai satu.

Adegan kesebelas, tersangka Mat Ari memukul tengkuk korban dengan tangan kosong. Menyusul Rizal mendorong korban dari belakang hingga jatuh tersungkur. Kemudian Rizal mencekik leher korban hingga tak sadarkan diri. Setelah dicekik, Ari ganti menendang korban hingga beberapa kali.

Adegan selanjutnya, kedua tersangka mengikat tangan dan kaki korban dengan kain. Setelah itu, keduanya mengambil sprei dari dalam lemari dan membungkus mayat korban dengan kain warna putih itu dan mengikatnya kembali di kaki dan leher korban.

Setelah itu, keduanya mengangkat mayat korban ke kamar mandi dan menyiapkan tong yang ada di kamar depan. Setelah itu, tersangka Rizal memgambil tas milik korban di dalam mobil.

Adegan selanjutnya, mereka keluar rumah untuk mencari sopir dan meminjam sepeda motor. Mereka memarkirkan motor di teras rumah. Ari dan Rizal lantas masuk ke rumah dan memasukkan mayat Ester ke dalam tong dan diangkat keluar. Kemudian tong berisi mayat itu dibawa dengan sepeda motor dan dibuang ke Romokalisari.

"Total ada 41 adegan, 38 adegan kami lakukan di TKP pembunuhan (tempat usaha laundry, Red), sedangkan tiga adegan di Romokalisari," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, saat memimpin rekonstruksi.

Menurut Sudamiran, tak ada fakta terbaru dari hasil reka ulang kedua tersangka. Semuanya sudah sesuai dengan BAP yang disampaikan ke penyidik. Meski ada tambahan adegan, namun bukan sesuatu yang signifikan karena lebih pada detail kasus. Namun dari rekonstruksi itu, penyidik makin mantap menjerat keduanya dengan pasal 380 KHUP tentang pembunuhan berencana.

"Hasil rekonstruksi menunjukkan fakta jika kedua tersangka sudah merencanakan membunuh korban. Ada kata-kata dari salah satu tersangka yang mengajak membunuh korban," terangnya. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia