Senin, 18 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pedestrian Semakin Lebar, Pejalan Kaki Kian Nyaman

12 Februari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

LEBIH LEGA: Sejumlah kendaraan melintas tak jauh dari trotoar untuk jalur pedestrian di Jalan Tunjungan, Surabaya, Senin (11/2).

LEBIH LEGA: Sejumlah kendaraan melintas tak jauh dari trotoar untuk jalur pedestrian di Jalan Tunjungan, Surabaya, Senin (11/2). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Pedestrian di Kota Surabaya semakin banyak yang diperlebar, tentunya untuk kenyamanan pengguna jalan. Disisi lain ada pejalan kaki yang semakin dimanjakan. Lain lagi dengan pengendara kendaraan bermotor yang mengeluhkan semakin menyempitnya jalan, seperti di kawasan Balai Kota.

Seperti yang dirasakan oleh salah satu pengendara yang melintas di Jalan Balai Pemuda, Angga, 31, pengendara roda empat tersebut mengatakan, jalan ini semakin sempit menyebabkan arus merambat. “Setiap siang dan sore disini itu arus selalu merambat, padahal di depan tidak ada apa-apa,” jelasnya, Senin (11/2).

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, dengan dibuatkannya pedestrian tersebut memang untuk kenyamanan pejalan kaki. Selain itu, juga untuk mengurangi kendaraan di Surabaya. Dengan cara tersebut, dengan haarapan masyarakat bisa menggunakan alat transportasi masal yang sudah di siapkan oleh pemkot.

“Kalau pedestriannya itu gede, kan enak untuk jalan. Tujuannya itu agar orang berjalan biar nyaman, selain itu agar masyarakat tidak berlebihan membeli kendaraan pribadi,” urai Eri.

Menurutnya, pembangunan di Kota Surabaya akan semakin baik jika ada sinergi dengan masyarakat. Selain itu dihrapkan juga masyarakat saling pengertian dalam kepemilikan kendaraan pribadi. “Contohnya, satu rumah saja ada yang punya dua sampai lima mobil, nah itu coba dipikir ulang,” jelasnya.

Selain itu, Eri mencontohkan, dengan hal lain terkait pembangunan di Kota Pahlawan. Beberapa hari lalu sempat terjadi banjir di kawasan Surabaya yang menenggelamkan mobil dan dilaporkan satu korban. Di Kawasan Kemayoran, dirinya menjumpai adanya saluran air yang di atasnya dibangun sebuah rumah permanen. Hal itu menurutnya kurang adanya pengertian dari masyarakat.

“Nah itu saluran air kalau banjir warga teriak-teriak banjir, orang sekarang membangun rumah sembarangan sampai menutup saluran di atasnya. Sampai ada yang berlantai dua sampai tiga itu, ini yang seharusnya dimengerti kalau itu bukan untuk fasilitas pribadi,” imbuhnya.

Dirinya juga menjelaskan, pemkot tidak menyalahkan warganya yang memiliki kendaraan berlebih atau bangunan yang melanggar hingga menutupi saluran air. Namun, ia meminta untuk masyarakat lebih sadar lagi dan bersinergi dengan pemkot untuk membangun kota bersama.

“Pemkot juga tidak bisa menyalahkan itu semua. Sekali lagi, pembangunan ini tujuannya adalah untuk kenyamanan masyarakat Surabaya,” tandasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia