Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Dibelani Durhaka sama Orang Tua, Ujung-ujungnya Tetap Ditinggal Juga

12 Februari 2019, 05: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Demi apa pun, jangan sampai melakukan hal bodoh hanya karena laki-laki ya ladies. Apalagi sampai kabur dari rumah dan menyakiti orang tua. Karena kalau di akhir jalan ceritanya berubah, menyesalnya gak habis-habis. Seperti yang dialami Karin, 32, ini. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Pertengahan pekan lalu, Karin duduk sendiri di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. Tatapannya kosong, wajahnya sendu. Agaknya, ia memendam luka yang dalam. Kemudian Radar Surabaya mendekati perempuan itu dan terjadilah obrolan singkat. "Mau ke mana aku setelah ini, Mbak?" tanyanya, yang sepertinya tak membutuhkan jawaban.

Hubungan pernikahan Karin dan Donwori memang cukup rumit. Rumah tangga keduanya sudah berjalan cukup lama. 14 tahun. Namun, semua itu kini tak ada artinya lagi karena Donwori hilang. Kabur bersama perempuan lain. Tak tanggung-tanggung, sudah enam bulan lamanya. 

Yang menjadi masalah, kaburnya Donwori tak hanya membawa diri. Tapi juga membawa uang hasil menjual rumahnya diam-diam. Ya, Donwori ini kejam juga rupanya. Sudah ninggal, tapi tak meninggalkan apa-apa ke anak istri. "Kurang ajar, aku kaget pas didatengi orang yang ngeklaim rumahku. Ternyata dia (Donwori, Red) sudah jual semua sebelum kabur," kata Karin.

Rupanya hal inilah yang membuat pikiran Karin kelabu. Masalahnya, ia tak tahu lagi mau ke mana ? Rumah tak ada. Mau kembali dengan keluarga, juga tak berani. Sejak tragedi belasan tahun lalu. 

Rupanya, dulu Karin kawin lari dengan Donwori. Karena orang tua Karin tak mau merestui, keduanya hijrah ke Surabaya. Sejak saat itu, hubungan orang tua dan anak ini putus kontak. Bahkan, sebelum acara kabur itu, terjadi perang besar antara Karin dengan ibunya sendiri. 

Sebelum hari kaburnya, Karin yang sejak awal tinggal dengan sang nenek, didatangi ibunya yang marah-marah. Sambil membawa pisau, ibu Karin mengancam mau menghunus pisau ke Donwori kalau sampai berani membawa anaknya kabur. Namun, saat itu Karin ngengkel, tetap kabur.

"Aku gak pernah ngerti kenapa mamaku gak suka sama dia. Akhirnya kejadian seperti ini. Sekarang mau minta maaf, juga terlambat. Mamaku sudah meninggal, " tukasnya, dengan air mata mengalir pelan dari kedua sudut matanya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia