Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Viral, Emak-Emak Sumpahi Pelaut sebagai Perampok

Pelaku Warga Perum Graha Bunder Asri (GBA)

11 Februari 2019, 19: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

VIRAL: Marita Sani dalam videonya yang menuduh pelaut PT Pelni.

VIRAL: Marita Sani dalam videonya yang menuduh pelaut PT Pelni. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Awal pekan ini, dunia medsos diramaikan viral guru ditantang muridnya. Setelah selesai, kini muncul lagi, emak-emak menuduh pelaut PT Pelni.

Video yang berdurasi sekitar 4 menit itu dibuat oleh Marita Sani, 38, Perum Graha Bunder Asri (GBA), Kecamatan Kebomas. Di dalam videonya Marita menyebut seluruh perwira PT Pelni adalah perampok. Dia juga menekankan akan membongkar semua kebobrokan perusahaan di media sosial.

Kepada Radar Gresik, ibu satu anak itu beralasan membuat video tersebut lantaran kesal beberapa waktu yang lalu suaminya dimutasi karena menuntut haknya. “Sampai saat ini perusahaan sebesar Pelni tidak memiliki perjanjian kerja bersama (PKB, Red). Seluruh karyawan hanya digaji dibawah UMP. Ini jelas melanggar undang-undang,” katanya.

Dikatakan, sejak 2016 silam dia bersama serikat pekerja PT Pelni telah mengadukan berbagai penyimpangan di perusahaan plat merah tersebut ke sejumlah instansi. Di antaranya Bareskrim Mabes Polri, BPK, hingga KPK. “Saya sudah muak dengan semua permainan Pelni,” kemarin.

Dikatakan, setelah videonya viral dia tidak takut dengan persoalan hukum yang akan menyusul. Bahkan dia menantang siapa saja pihak yang tidak terima untuk memberikan somasi pada dia. Justru, kata dia, somasi yang datang akan dijadikan pintu masuk untuk mengungkapkan kebobrokan perusahaan suaminya di Pengadilan.

“Saya siap membuka secara terang berapa banyaknya uang kencing di Pelni. Selama ini banyak penumpang tanpa tiket dinaikkan, berapa banyak uang kencing yang lari ke saku perwira serta banyaknya penyalahgunaan fungsi fasilitas kapal,” tegasnya.

Setelah videonya viral, Marita hanya berharap agar KPK turun tangan. Sebab, hingga saat ini tidak ada satupun pejabat Pelni yang tersentuh. “Hingga saat ini saya teriak-teriak tidak ada tanggapan. Memang pejabat Pelni sakti-sakti, tidak ada yang tersentuh sama sekali oleh KPK,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Pekerja Pelni (SPP), Deden memberikan dukungan kepada Marita yang berani mengungkapkan kebobrokan PT Pelni ke publik. Dia mengaku, memang saat ini kondisi Pelni memprihatinkan, sehingga berpengaruh terhadap kinerja manajemen dan karyawan.

“Pihak perusahaan memang tidak memiliki struktur dan skala upah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2018. Pada saat ini upah pokok karyawan Pelni kurang dari 10 persen total upah. Selain itu PT Pelni tidak memiliki jenjang karier yang terstruktur dan transparan. Sehingga wajar apabila ada istri ABK yang sampai seperti ini," kata Deden.

Terpisah, Manager Public Relation dan CSR PT Pelni, Idayu Adi Rahajeng mengaku, akan berkoordinasi terkait viralnya video salah satu istri ABK kepada manajemen. "Saya masih menunggu arahan dari Sekper," kata Idayu singkat. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia