Sabtu, 25 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

DPO Pemalsuan Merek Dagang, Serahkan Diri ke Kejaksaan,

09 Februari 2019, 00: 48: 01 WIB | editor : Wijayanto

SERAHKAN DIRI: Terpidana Ong Tommy (kanan) saat hendak diserahkan ke Lapas Porong.

SERAHKAN DIRI: Terpidana Ong Tommy (kanan) saat hendak diserahkan ke Lapas Porong. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kembali mengeksekusi salah satu terpidana kasus pemalsuan merek dagang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sang terpidana, adalah Ong Tommy Ongkowijoyo,73, warga Jalan Mayjend Sungkono Perum Seruni A-4 Surabaya. 

Eksekusi dilakukan penyidik Rabu (4/2). Setelah didatangi ke rumahnya, Tommy lantas diantar keluarganya ke Kejari Surabaya sekitar pukul 14.00. Berbeda dengan terpidana sebelumnya, eksekusi terhadap Tommy berlangsung lancar. Sebab selain tak ada perlawanan, dia juga kooperatif saat diamankan hingga dijebloskan ke Lapas Porong.

"Proses ekeskusi itu kami lakukan secara persuasif terhadap keluarga terpidana," ungkap Kepala Kejari Surabaya, M Teguh Darmawan. 

Menurut Teguh, eksekusi terhadap Ong Tommy, lanjut Teguh, sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1587K/PID.SUS/2017 tanggal 16 November 2017 dengan putusan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

“Perbuatan terpidana sesuai dalam Pasal 90 UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Merk Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” jelasnya

Sebelumnya pada tanggal 15 Januari 2019, Tim Intelijen Kejari Surabaya juga berhasil melakukan penangkapan terhadap Bambang Harijanto (terpidana dalam berkas yang sama dengan Ong Tommy Ongkowijoyo) di daerah pergudangan Margomulyo Surabaya.

Eksekusi tersebut dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor : 1587 K/Pid.sus/2017 Tanggal 16 Nopember 2017. Putusan itu menyatakan jika Bambang terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 90, 91, 94 UU RI Nomor 15 Tahun 2001 tentang merek.

Dalam putusan MA ini, terpidana Bambang Harijanto dijatuhi hukuman pidana selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan penjara dan denda sebesar  Rp 50 juta subsider 2 (dua) bulan kurungan. (yua/nug)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia