Sabtu, 25 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Dispendik Gresik Larang Pelajar Rayakan Valentine Day

08 Februari 2019, 19: 01: 49 WIB | editor : Wijayanto

KETAT: Kadispendik Mahin menunjukkan kebijakan pelarangan perayaan valentine untuk siswa.

KETAT: Kadispendik Mahin menunjukkan kebijakan pelarangan perayaan valentine untuk siswa. (UMY HANY AKASA/RADAR GRESIK)

GRESIK - Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik membuat kebijakan tegas dengan melarang pelajar merayakan Valentine Day. Larangan itu bakal disosialisasikan melalui surat edaran (SE) yang dikirim ke sekolah-sekolah.

"Konsep kasih sayang di pendidikan itu harus terjadi setiap hari. Baik di antara guru, dan teman. Sementara valentine budaya dari luar yang tidak mencerminkan karakter bangsa Indonesia. Jika dirayakan maka menjadi budaya meniru yang seolah dijadikan kebiasaan. Padahal pendidikan saat ini mengedepankan karakter yang baik," ujar Kepala Dispendik, Mahin.

Dengan kebijakan itu, Dispendik mengimbau anak-anak untuk membaca historisnya. Jadi jangan hanya karena mode kemudian dijadikan kebiasaan. Guru maupun orang tua nanti yang akan bertanggungjawab. Apalagi Gresik merupakan kota santri, jelas bertolakbelakang, dan kami akan mengawasinya," terangnya.

Menurut Mahin, imbauan larangan valentine dikeluarkannya agar tidak terjadi acara-acara yang menuai kontra. Apalagi pelajar rentan dengan budaya ikut-ikutan yang bisa ditonton seperti di televisi. "Selain telah diberi edaran imbauan larangan, kami juga memberitahukan kepada wali murid," pungkasnya.

Kepala SMAN 1 Gresik, Syafa’ul Anam mengatakan meski tidak ada larangan, pihaknya sering melakukan sosialisasi kepada para siswa untuk menjauhi budaya asing yang bisa mendorong ke arah negatif. “Pengaruh asing itu cukup besar ke anak didik kita. Jadi antisipasi sudah harus dilakukan sedini mungkin sejak kini,” ungkapnya. (han)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia