Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pakde Karwo: Media Arus Utama Jadi Rujukan Tangkal Hoax

08 Februari 2019, 07: 50: 51 WIB | editor : Wijayanto

PIDATO: Gubernur Soekarwo saat pembukaan Pameran Karya Pers dan Teknologi Informasi dalam rangka peringatan HPN 2019, Kamis (7/2).

PIDATO: Gubernur Soekarwo saat pembukaan Pameran Karya Pers dan Teknologi Informasi dalam rangka peringatan HPN 2019, Kamis (7/2). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Kian berkembangnya media komunikasi digital yang serba cepat dan mudah tak mengurangi krusialnya peran media massa arus utama (mainstream). Media ini sangat dibutuhkan saat ini untuk menangkal munculnya berita-berita palsu atau hoax. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat mendampingi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara membuka Pameran Karya Pers dan Teknologi Informasi dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (7/2).

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini menegaskan bahwa media arus utama tidak boleh dianggap mati terkena dampak pesatnya perkembangan internet. Tetapi, justru bersifat komplemen atau pelengkap sebagai solusi terhadap maraknya berita hoax.

“Di Jatim ada salah satu media cetak arus utama (Jawa Pos, Red) yang setiap harinya menampilkan kolom khusus yang membahas atau mengkonfirmasi berita hoax. Di situ, dibahas apakah berita yang beredar di masyarakat luas termasuk hoax atau bukan,” terangnya. 

Digitalisasi media, lanjut Pakde Karwo, diyakini membuat banyaknya inovasi baru. Antara lain kemunculan banyak media online baru. Bahkan, ada media cetak yang mulai mengembangkan tidak hanya media online tapi juga media interaktif. Inilah yang kemudian dinamakan konvergensi media.

“Konvergensi media ini membuat kita tidak lagi hanya menonton televisi dari televisi, tapi bisa melalui ponsel. Ini memudahkan kita menonton televisi dari manapun,” katanya.

Pakde Karwo mengusulkan agar ke depan ada kerja sama yang baik dengan media online untuk memberitakan klarifikasi soal isu-isu strategis seperti inflasi kepada masyarakat. “Misal inflasi yang naik adalah cabai keriting, tapi isunya membuat panik sehingga menyebabkan barang lain juga naik. Saya usul ditampilkan di running text untuk menjaga masyarakat tenang,” katanya.

Perkembangan dunia digital ini juga menurutnya membawa manfaat dalam pengembangan sektor ekonomi masyarakat. Dimana, banyak industri kecil menengah yang mulai memanfaatkan media digital untuk memasarkan produk. 

“Mari bekerja sama dengan PWI memanfaatkan digitalisasi untuk peningkatan ekonomi kerakyatan. Yang tidak efisien didorong menjadi efisien,” jelasnya.

Tidak lupa, dalam kesempatan itu, Pakde Karwo berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) di Jatim, karena ikut mendorong perekonomian masyarakat. “Akhir-akhir ini kita lihat hotel atau tempat penginapan serta rumah makan di sini banyak yang penuh. Ini menjadi kegiatan ekonomi besar membantu rakyat,” katanya. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia