Rabu, 19 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Tingkatkan Kualitas SMK dengan Program Vokasi Industri

08 Februari 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartanto saat akan meluncurkan program pendidikan vokasi link and match

Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartanto saat akan meluncurkan program pendidikan vokasi link and match (AJI GUNAWAN/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meluncurkan hingga delapan tahap untuk program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri yang diselenggarakan di kawasan industri Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Kamis (7/2).

"Pada tahap kedelapan ini, yang meliputi wilayah Jawa Timur (Jatim), kami melibatkan 295 SMK dan 97 perusahaan. Sampai saat ini, ada 3.708 perjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani, karena satu SMK dapat dibina oleh beberapa perusahaan," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto.

Airlangga memberikan apresiasi terhadap antusiasme SMK dan perusahaan yang sudah mengikuti program yang diinisiasi oleh Kemenperin. Dengan begitu kualitas dan skill lulusan SMK dapat semakin meningkat. "Dua tahun lalu, kami mengawali program link and match vokasi industri dari Provinsi Jatim. Provinsi ini dipilih sebagai lokasi peluncuran yang pertama karena kami menilai Jatim sebagai salah satu wilayah yang sangat concern terhadap pengembangan SMK dan merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan industri tertinggi," jelasnya.

untuk itu, supaya memberikan dampak yang lebih masif, Kemenperin kembali meluncurkan program pendidikan vokasi industri Jatim dengan melibatkan perusahaan-perusahaan dan SMK yang belum terfasilitasi pada tahap pertama. "Selanjutnya, kami akan meluncurkan lagi di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah," imbuhnya

Kemenparin bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud) membuat kelompok kerja yang akan mengawal pelaksanaan revitalisasi SMK di bidang industri. Sepanjang 2019 nanti, program ini ditargetkan dapat menggaet sebanyak 2.685 SMK dan 750 perusahaan.

"Kami berharap, perusahaan industri dan SMK yang telah menandatangani perjanjian kerja sama, agar melaksanakan program-program pembinaan dan pengembangan SMK yang telah digariskan. Selanjutnya, pemerintah daerah untuk dapat mendukung program ini," tegasnya.

Selain program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dan industri, Kemenperin juga menjelaskan program lainya dalam menyiapkan SDM industri yang kompeten. Di antaranya melalui pelaksanaan pendidikan vokasi berbasis kompetensi menuju dual system, dan pembangunan politeknik di kawasan industri. (aji/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia