Sabtu, 25 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

Selamatkan Ribuan Pasien di Gaza, ACT Salurkan 100 Ribu Liter BBM

Untuk Bahan Bakar 8 RS di Gaza

07 Februari 2019, 16: 52: 04 WIB | editor : Wijayanto

KEMANUSIAAN: Truk-truk pengangkut BBM bantuan dari rakyat Indonesia lewat ACT menyasar rumah sakit-rumah sakit di Gaza.

KEMANUSIAAN: Truk-truk pengangkut BBM bantuan dari rakyat Indonesia lewat ACT menyasar rumah sakit-rumah sakit di Gaza. (ACT FOR RADARSURABAYA.ID)

GAZA - Tak ingin penderitaan warga Gaza, Palestina, kian bertambah dengan sulitnya rumah sakit-rumah sakit setempat mendapatkan pasokan bahan bakar, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan bangsa Indonesia turun merespons cepat krisis yang membahayakan sistem kesehatan di kota dengan dua juta populasi itu.

BANTUAN: Petugas mengisi bahan bakar ke tanki-tanki BBM di rumah sakit di Gaza.

BANTUAN: Petugas mengisi bahan bakar ke tanki-tanki BBM di rumah sakit di Gaza. (ACT FOR RADARSURABAYA.ID)

Akhir Januari lalu, ACT menyalurkan sebanyak 100.000 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk delapan rumah sakit di Gaza. “Ini komitmen ACT untuk menanggapi situasi genting di Gaza. ACT membantu memasok bahan bakar untuk delapan rumah sakit di Gaza,” ungkap Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) ACT.

Ratusan liter BBM itu diangkut dengan sepuluh truk besar yang sudah berkumpul sejak pagi dan berbaris mengantre di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Gaza. Total keseluruhan ada sebanyak 100.000 liter bahan bakar yang siap dimasukkan ke dalam truk untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di Gaza. 

Truk pengangkut BBM untuk bantuan kemanusiaan itu telah diberi label “Indonesia Save Palestine, Fuel Distribution for Palestinian Hospital’s Electricity.” Di sisi setiap truk tak hanya ditempeli bendera Palestina, tapi juga dua bendera lain yakni Merah Putih dan bendera Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Untuk program bantuan kemanusiaan di bidang kesehatan ini, ACT telah berkoordinasi langsung dengan Mitra Kemanusiaan ACT termasuk dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina di Gaza.

Bantuan BBM dari rakyat Indonesia ini menyasar delapan rumah sakit umum yang tersebar di seantero Gaza. Yakni Rumah Sakit (RS) Al-Shifa, RS Kamal Adwan, RS Beit Hanoun, RS Al-Durra, RS Al-Harazeen, RS Sakit Shohada Al-Aqsa, RS Naseer, dan RS European.

“Masing-masing rumah sakit ini menampung jumlah pasien yang berbeda. Tiga di antaranya biasa melayani lebih dari seribu pasien. Antara lain RS European dengan 1.600 pasien, RS Al-Shifa dengan 1.450 pasien, dan RS Naseer dengan 1.300 pasien,” papar Faradiba.

Ia menyatakan, sebelum aksi tanggap darurat ACT ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa sistem kesehatan di Gaza berada di ujung tanduk. Harga bahan bakar melambung tinggi. Sedangkan suplai listrik untuk rumah sakit semakin terbatas.

Padahal, data mencatat bahwa Gaza membutuhkan 500.000 liter bahan bakar per hari untuk pasokan listrik rumah sakit. Akibatnya, hampir seluruh rumah sakit di Gaza hanya mengandalkan bantuan bahan bakar dari sejumlah lembaga donor internasional. Itu pun jumlahnya terbatas.

“Insya Allah, setelah mendapat bantuan bahan bakar ini, delapan rumah sakit itu bisa beroperasi selama dua pekan ke depan. Sehingga, suplai bahan bakar ini akan mampu melayani ribuan pasien di semua instalasi rumah sakit di sana,” pungkas Faradiba. (act/jay)

(sb/jpc/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia