Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

PDAM Masih Kurang DuaLahan DC, Juni Harus Tuntas

07 Februari 2019, 11: 41: 07 WIB | editor : Wijayanto

PILIH RTH: Warga Pondok Jati, Sidoarjo, memasang spanduk penolakan lahan fasum untuk dibangun pusat distribusi air Umbulan.

PILIH RTH: Warga Pondok Jati, Sidoarjo, memasang spanduk penolakan lahan fasum untuk dibangun pusat distribusi air Umbulan. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Pembangunan Distribution Center (DC) untuk kebutuhan pengaliran air bersih Umbulan terhambat. Sebab, hingga saat ini masih kurang dua lahan lagi. Padahal, targetnya Juni mendatang delapan DC harus selesai.

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PDAM Delta Tirta Sidoarjo Abdul Basit Lao mengatakan, dari delapan kebutuhan DC, enam lahan sudah terpenuhi. Sementara dua lahan lainnya masih terhambat penolakan oleh warga. Dua lahan tersebut berada di Tanggulangin dan Sidoarjo.

Dia menjelaskan, untuk di Tanggulangin, lahan yang dimaksud ada di Jalan Raya Kludan. Pihaknya membeli lahan milik warga. Namun, pemilik lahan tidak bersedia melepas lahan. "Uang pembelian dinilai terlalu kecil," katanya, Rabu (6/2).

Sedangkan di Kecamatan Sidoarjo, lahan yang akan dibangun DC ada di fasum perumahan di Jalan Raya Ponti. Warga menolak pembangunan DC karena lahan tersebut akan digunakan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Bahkan, warga meletakkan dua spanduk yang menyatakan penolakannya.

Basit menyebutkan, saat ini pihaknya masih terus mengupayakan pembelian dua lahan tersebut. Dia berharap pembelian bisa tuntas dalam bulan ini. Sebab, bulan Juni pembangunan DC harus sudah selesai.

Selain dua lahan tersebut, PDAM memiliki enam lahan DC. Yaitu di Porong, Jabon, Candi, Buduran, Gedangan, serta Waru. Basit menjelaskan, pembangunan DC sudah berjalan.

Sebelumnya, 29 perwakilan warga Pondok Jati mendatangi kantor DPRD Sidoarjo untuk menolak rencana pembangunan DC di kawasan permukiman mereka. Mereka berasal dari RT 35, RT 36, dan RT 37, RW 09, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran. Saat hearing di Komisi A DPRD Sidoarjo, warga beralasan lahan fasum itu tidak bisa digunakan untuk proyek apa pun. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia