Minggu, 21 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya
PSU Dibantu Pemerintah

Pemprov Kembangkan Rumah Bersubsidi untuk Warga Tak Mampu

07 Februari 2019, 00: 05: 43 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi proyek perumahan

Ilustrasi proyek perumahan (NET)

SURABAYA - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PRKPCK) Jawa Timur bekerja sama dengan pihak pengembang akan membangun rumah bersubsidi bagi warga yang tidak mampu. Harga jual rumah ini cukup murah tidak sampai Rp 130 juta.

“Kami hanya membantu pengembang untuk pembangunan prasarana sarana utilitas (PSU). Jadi penerangan jalan, saluran dan pembangunan jalan lingkungan semuanya dibantu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Sehingga harga jual rumah ini sangat rendah,” ujar Kepala Dinas PRKPCK Mochammad Rudy Ermawan kepada Radar Surabaya, Rabu (6/2).

Pria yang akrab disapa Rudy ini mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya dari tahun 2014 hingga 2018 sudah ada 53 lokasi yang dibantu untuk pembangunan PSU. Rencananya tahun 2019, pihaknya akan membangun PSU pada 9 lokasi. “Letaknya ada di empat kabupaten, yakni Blitar, Lamongan, Kediri dan Jember,” katanya.

Sedangkan untuk pembangunan jalan lingkungan pemukiman, dari tahun 2014 hingga 2018 sudah ada 215 lokasi yang dibangun. Rudy menambahkan, untuk tahun 2019 pihaknya berencana membangun jalan lingkungan pemukiman pada 14 lokasi di 11 Kabupaten. Yakni Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Malang, Blitar, Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Bojonegoro dan Tuban.

Rudy menuturkan, anggaran untuk rumah bersubsidi ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, harga rumah bersubsidi ini sengaja dibuat murah dan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin memiliki rumah.

“Meski demikian, lahan menjadi kendala bagi pengembang dalam menyediakan rumah bersubsidi bagi MBR karena harganya terus naik. Selain semakin lama lahannya semakin sempit harganya juga semakin mahal,” ujarnya.

Menghadapi hal tersebut, Rudy mengaku memilih membangun rumah susun (rusun) untuk mengatasi solusi lahan yang sempit dan mahal. Menurutnya, pemerintah pusat juga mendorong pembangunan rusun untuk masyarakat yang belum mampu membeli rumah.

“Rusun ini dibagi menjadi tiga, yakni yang dibangun dengan APBD, APBN dan kerja sama dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas),” jelasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia