Senin, 18 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Bian Lian, Seni Ubah Wajak Tiongkok Kuno

07 Februari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ADA TEKNIKNYA: Penampilan Bian Lian oleh Steve Angel di PTC, Rabu (6/2).

ADA TEKNIKNYA: Penampilan Bian Lian oleh Steve Angel di PTC, Rabu (6/2). (AJI GUNAWAN/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Bian Lian, seni ubah wajah adalah seni pertunjukan Tiongkok kuno. Seni ini merupakan pertunjukan yang istimewa karena permainanya dapat mengubah tampilan topeng wajah dalam hitungan detik. Biasanya pertunjukan ini ditampilkan untuk meramaikan Tahun Baru Imlek. Penampilan Bian Lian ini pula yang tersaji di Pakuwon Trade Center (PTC), Rabu (6/2).

“Bian Lian kami tampilkan bukan sebagai kesenian wajib, tapi sebagai varian kesenian asli Tiongkok selain Barongsai,” ucap Event Coordinator PTC, Hadi Asra. (6/1)

Asra menambahkan, tujuan diadakan pertunjukan Bian Lian ini supaya kesenian ini tetap terjaga. Selain itu juga agar masyarakat semakin tahu bahwa perayaan Imlek tidak hanya identik dengan Barongsai saja, tetapi banyak terdapat kesenian lain yang tidak kalah menarik, salah satunya Bian Lian.

Seperti diketahui, keunikan yang terdapat dalam pertunjukan seni Bian Lian ini karena permainanya dapat mengubah tampilan topeng wajah dalam hitungan detik. Pada kesempatan yang sama, seniman Bian Lian, Steve Angel mengungkapkan, seni pertunjukan Bian Lian sendiri merupakan seni pertunjukan turun-temurun dari Tiongkok yang hanya bisa dimainkan oleh para laki-laki..

“Di Indonesia jarang ada orang yang bisa memainkan seni pertunjukan ini. Misalnya ada seniman Bian Lian, ia hanya bisa mewariskan ilmu Bian Lian kepada anak laki-lakinya. Dulu, hanya boleh dimainkan di hadapan kaisar,” ujarnya.

Steve menuturkan, kesenian ini memiliki kesulitan yang cukup tinggi, terutama dalam pengaturan pernapasan saat pertunjukan berlangsung. Maka dari itu pertunjukan ini hanya berdurasi sekitar lima menit.

“Napas sih yang sulit, jadi ada sekitar 12 topeng yang dipakai secara bersamaan dan tidak ada lubangnya sama sekali. Benar-benar harus latihan sebelumnya,” kata pria berusia 36 tahun ini. (aji/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia