Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Berdayakan Toko Kelontong di Kampung dengan Membentuk Koperasi

06 Februari 2019, 23: 47: 24 WIB | editor : Wijayanto

JANGAN MENYERAH: Warga berbelanja dii salah satu toko kelontong yang ada di kawasan Jalan Ngaglik, Surabaya, Rabu (6/2).

JANGAN MENYERAH: Warga berbelanja dii salah satu toko kelontong yang ada di kawasan Jalan Ngaglik, Surabaya, Rabu (6/2). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengumpulkan para pemilik toko kelontong se Surabaya di Ruang Sawunggaling Jalan Jimerto. Mereka diberikan pendampingan. Wali Kota Tri Rismaharini optimis toko kelontong bisa bertahan dan bersaing dengan berkelompok membentuk koperasi.

“Melalui program koperasi, pemilik toko kelontong bisa membeli beberapa barang grosir sesuai kebutuhan dengan harga yang terjangkau,” ujar Risma saat memberikan arahan di ruang Sawunggaling Jalan Jimerto, Rabu (6/2).

Risma begitu wali kota disapa, toko kelontong tidak bisa dibiarkan begitu saja dalam bersaing dengan toko-toko modern. Jika tidak, punahnya toko kelontong hanya soal waktu saja. Imbasnya, jumlah pengangguran akan meningkat.

Dikatakan Risma, meski sulit untuk menghidupkan toko kelontong lagi, namun dia masih percaya bahwa toko-toko tersebut bisa bertahan. “Saya percaya dengan diadakannya program koperasi, nantinya sesama pedagang bisa saling bertukar pikiran dan mampu bersaing,  menyesuaikan dengan perubahan zaman,” tuturnya.

Pemkot telah melakukan uji coba pengelompokan di Kecamatan Sawahan dan Rungkut. Hasilnya memang perlu dilakukan evaluasi lagi.

“Di dua kecamatan itu sudah kami bentuk. Ada yang jalan dan ada pula yang tidak. Nah, nanti yang tidak jalan ini akan kita evaluasi,” jelasnya

Wali Kota mengajak para pelaku usaha toko kelontongan itu untuk tidak mudah menyerah. Sebab, warga Kota Surabaya adalah anak cucu para pahlawan yang tidak mengenal kata menyerah, selalu bekerja keras dan berani melawan apapun.

“Oleh karena itu, ayo kita lawan hambatan-hambatan yang membuat kita malas. Ayo kita buktikan bahwa kita ini penguasa di kota tercinta ini,” kata dia.

Ia ingin Kota Surabaya yang sudah dibangun berdarah-darah ini, bisa dinikmati oleh warga Kota Surabaya. Sehingga menjadi tuan serta nyonya di Kota Surabaya.

“Saya ingin mengajari panjenengan semuanya untuk siap menghadapi perubahan. Saya ingin panjenengan semuanya jadi penguasa dan tuan serta nyonya di Surabaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati memastikan pendampingan pelaku usaha toko kelontong ini merupakan program Wali Kota Tri Rismaharini yang sudah lama berjalan. Selama ini, mereka sudah didampingi dan diberikan pengarahan oleh Risma supaya terus berkembang dan semangat dalam mengelola tokonya.

“Hari ini yang hadir mengikuti pengarahan Bu Wali sebanyak 530 pelaku usaha toko kelontong. Kalau total secara keseluruhan, di Surabaya ada sebanyak 1.200 lebih toko kelontong,” kata Wiwiek.

Nantinya, mereka akan mendapatkan beberapa pelatihan, seperti pelatihan penataan toko, pengelolaan administrasi stok barang dan keluar, pengelolaan keuangan masuk dan keluar serta pemasaran dan penjualannya. (gin/nur/rtn)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia