Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Marah-Marah setelah Menelan Sperma Suami

06 Februari 2019, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Penyebab perceraian bisa datang dari mana saja. Salah satunya adalah karena masalah ranjang. Seperti yang terjadi pada pasangan Karin, 40, dan Donwori, 48, ini. Yang langsung tamat setelah terjadi 'insiden' dalam pergumulannya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Yang terjadi adalah Karin tak terima setelah menelan sperma (maaf) suaminya. Karena menurutnya, perbuatan itu identik dengan perempuan nakal. Dan Karin, tak terima kalau disamakan dengan perempuan nakal. Meski sebenarnya juga tak ada yang menuduhnya begitu.

"Aku ngikutin apa pun maunya dia (Donwori, Red), oke-oke saja. Tapi jangan seperti ini. Dipikir aku ini pelacur," kata perempuan yang mantan sekaligus akan segera jadi calon janda ini. 

Untungnya, saat itu, halaman depan kantor pengacara yang bersebelahan langsung dengan Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya itu cukup sepi. Hingga Karin bisa leluasa bercerita tanpa tatapan hina orang lain. 

Karin mengaku, gaya bercintanya dengan Donwori memang bervariatif. Melakukan oral seks pun biasa. Hanya saja, sperma tak pernah sampai tertelan. Tapi yang terakhir itu, dia akui memang sedikit kebablasan. 

"Tahu aku marah, bukannya ngedem. Dia malah ganti marah. Katanya, siapa juga yang menyuruh untuk menelan," ujar perempuan asal Krembangan ini menggebu-gebu. 

Sejak insiden itu, kehidupan rumah tangga mereka tidak harmonis. Diperparah oleh Karin yang semakin enggan saat diminta melayani. Alhasil, Donwori pun ikut-ikutan marah, hingga berujung di meja hijau ini. 

Namun, meski dipicu oleh masalah ranjang, tentu saja Karin tidak mendaftarkan perceraian dengan alasan itu. Tapi, dengan alasan sejuta umat, yakni ekonomi. Kepada hakim, ia katakan kalau Donwori kurang bertanggung jawab memberi nafkah. Gara-gara tak tahan, ia pun meminta berpisah. Terlepas apakah Donwori memang tidak mampu menafkahi benar atau hanya cerita bualan, ya siapa yang tahu.

Karin bahkan memperkuat alasannya dengan mengatakan sudah tak ada keharmonisan lagi dalam keluarganya. Lengkap sudah, alasan yang kuat dan cepat direstui hakim Pengadilan Agama. Tak perlu menunggu lama, keduanya akan kembali menyandang status janda dan duda. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia